Kecewa Lihat Talenta Muda Tak Bela Honda

Livio Suppo Bicara Peraturan MotoGP 2014 www.iotomotif.com

 

HALO SPORT – Livio Suppo, mantan petinggi Honda, kecewa melihat talenta muda yang ditemukannya kini justru bersinar bersama pabrikan lain.

MotoGP 2020 merupakan salah satu musim terburuk Honda. Selain kehilangan gelar juara dunia, pabrikan Jepang ini gagal mendapat kemenangan dari 14 balapan musim ini.

Cuma Alex Marquez, penunggang motor RC213V, yang mampu naik ke podium sebanyak dua kali. Selain masalah motor yang sulit dikendalikan, regenerasi pembalap menjadi salah satu kesulitan yang dialami Honda.

Suppo, eks direktur komunikasi dan pemasaran Honda Racing Corporation (HRC), menyebut ada tiga talenta muda yang disia-siakan.

Contoh paling nyata adalah Joan Mir, juara dunia MotoGP 2020, yang membela Suzuki Ecstar.

Sebelum bergabung dengan Suzuki, Mir memiliki kesepakatan prakontrak dengan Honda ketika merencanakan promosi ke kelas MotoGP.

Suppo melihat Joan sebagai penerus Dani Pedrosa. Sayang, rencana Livio gagal ketika Mir malah berlabuh ke pabrikan lain.

‘’Alberto Puig (manajer tim Repsol Honda) memberi tahu Mir, dia akan mendapatkan kontrak, tapi tanpa jaminan akan bergabung dengan tim,’’ tutur Suppo kepada GP One.

Mir yang menginginkan sebuah tim pabrikan akhirnya memilih Suzuki daripada tim satelit Honda. Dua pembalap bertalenta lain yang disia-siakan Honda adalah Franco Morbidelli dan Jack Miller.

Morbidelli, runner-up kejuaraan MotoGP 2020, sebenarnya melakoni debut bersama tim satelit Honda, Marc VDS pada 2018. Dia hanya bertahan satu tahun dan kemudian memilih bergabung dengan Petronas Yamaha SRT.

Pada 2019, Marc VDS memilih mundur dari MotoGP. Suppo pernah meminta Morbidelli direkrut, tapi ditolak.

‘’Sayalah yang menempatkan Franco di Marc VDS, Namun, petinggi dari Jepang tak pernah mau percaya pada potensinya,’’ ungkap Suppo.

Kepergian Miller juga disayangkannya. Jack memang tak pernah mampu mengeluarkan potensinya selama tiga musim menggeber motor RC213V.

Minimnya dukungan dari Honda membuat Miller hengkang ke tim yunior Ducati di MotoGP, Pramac Racing. Sekali lagi, Honda menyia-nyiakan bakat terpendamnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.