in

Kebutuhan Desa Harus Terakomodasi Dalam Musrenbangcam

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) RKPD di Kabupaten Demak tahun 2022, yang digelar Pemerintah Kabupaten Demak melalui zoom meeting, dari ruang Command Center. (Foto : Demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Plh Bupati Demak Djoko Sutanto, meminta agar kebutuhan masyarakat di desa-desa dapat terakomodasi oleh musyawarah perencanaan pembangunan kecamatan (Musrenbangcam).

Usulan yang disampaikan, juga bukan sekadar keinginan, tetapi yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat.

Penekanan itu disampaikan Plh Bupati Demak Djoko Sutanto, di hadapan peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) RKPD di Kabupaten Demak tahun 2022.

Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten Demak secara daring melalui Zoom meeting, dari ruang Command Center, Selasa (16/2). Turut hadir Sekretaris Daerah Singgih Setyono, para asisten sekda, dan Kepala Bappeda Litbang, Drs Taufik Rifa’i MSi.

Para Camat se kabupaten Demak, anggota DPRD dari masing masing Dapil, Kades dan Lurah Se Kabupaten Demak, serta para tokoh masyarakat, pemuka agama juga mengikuti kegiatan tersebut.

Lebih lanjut Djoko Sutanto mengatakan ada lima prioritas utama pembangunan. Pertama adalah peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Kedua, percepatan pembangunan infrastruktur terutama di kawasan pesisir, pertanian dan pusat pertumbuhan/pusat produksi.

Ketiga percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.

Keempat, peningkatan keberdayaan, perlindungan dan rehabilitasi sosial.

Adapun untuk kelima, adalah pengembangan inovasi daerah melalui teknologi tepat guna.

“Buatlah usulan kebutuhan masyarakat, misal dalam rangka penanganan banjir di desa Kalisari dan Sayung, yang diapit dua sungai Dombo dan Babon, hendaknya disikapi dengan usulan pengadaan pompa air, pembuatan rumah pompa atau anggaran kegiatan pembuatan pompa,” Jelas Djoko Sutanto.

Sementara Sekda Demak, Singgih Setyono  dalam paparannya menyampaikan enam isu utama yang menjadi permasalahan di kabupaten Demak, yakni kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, daya saing SDM, infrastruktur berkelanjutan, reformasi birokrasi dan indikator kinerja makro pembangunan daerah.

“Angka kemiskinan di Demak masih relatif tinggi hal ini dapat kita lihat, masih ada warga atau rumah tangga miskin di 20 desa. Sehingga desa tersebut harus menjadi prioritas kita untuk tindaklanjutnya agar kemiskinan dapat teratasi”, papar Sekda. (HS-08)

Share This

Klaster Pesantren di Boyolali Dominasi Kasus Kasus Covid-19

Sertijab PLH Kendal Tanpa Dihadiri Bupati, Ini Alasannya