Kebijakan Umroh Mulai Dibuka, Daerah Masih Menunggu Kepastian Pemerintah

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Mundakir.

 

HALO PEKALONGAN – Pemerintah Arab Saudi telah membuka penerbangan internasional dan pelaksanaan umrah secara bertahap. Kendati demikian, boleh tidaknya jemaah dari Indonesia untuk turut serta umrah masih menunggu realese dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Hal ini diungkapkan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Mundakir saat ditemui di kantornya, Rabu (7/10/2020).

“Terkait dengan umrah tahun ini sesuai dengan yang disampikan oleh Direktorat Jenderal Umroh dan Haji pusat, bahwa mulai dibuka penyelenggaraannya mulai 4 Oktober 2020 secara terbatas,” terang Mundakir.

Terkait dengan pelaksanaannya, dijelaskan Mundakir, bahwa untuk tahap pembukaan pada 4 Oktober dengan kuota 30% hanya untuk masyrakat Arab Saudi.

Kemudian pada 18 Oktober akan dibuka 75% untuk masyarakat Arab Saudi dan sekitarnya. Terakhir 1 November dibuka sebanyak 100% agar masyarakat luar Arab Saudi dapat melaksanakan ibadah umrah.

“Menurut keterangan, jemaah Indonesia bisa masuk tanggal 1 November. Tapi saat ini kami masih menunggu release dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi,” jelasnya.

Dirinya juga mengaku belum mengetahui, mana saja negara yang bisa mengirim jemaahnya ke Arab Saudi untuk melaksanakan umrah.

“Jadi kita belum tahu bisa atau tidak memberangkatkan jemaah umrah,” imbuh Mundakir.

Lebih lanjut disebutkan, Mundakir terkait jemaah Kota Pekalongan jumlah keseluruhan sebanyak 36.102 yang mulai melakukan pendaftaran mulai dari 27 Februari-Mei.

“Itu jumlah jemaah yang seharusnya berangkat bulan Februari-Mei 2020, tetapi karena pandemi harus menunggu. Jemaah-jemaah tersebut akan diprioritaskan diberangkatkan lebih dahulu,” papar Mundakir.

Mundakir berpesan kepada para calon jemaah untuk sabar menunggu keputusan dan relaese dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Yang paling penting, lanjutnya, yang dilakukan saat ini adalah menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan sehingga kasus Covid-19 di Indonesia dan di Kota Pekalongan menurun.

“Itu akan menjadi pertimbangan Arab Saudi untuk mengizinkan jemaah asal Indonesia bertandang ke Arab Saudi,” pungkas Mundakir.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.