Kebijakan Restrukturisasi Kredit Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

 

HALO BISNIS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga berkat sejumlah kebijakan.

Termasuk pemberian restrukturisasi kredit perbankan yang memperpanjang masa pemberian relaksasi restrukturisasi kredit perbankan, selama setahun.

Terhitung dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

“Kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret tahun ini terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid–19. Sehingga untuk tahapan percepatan pemulihan ekonomi kita perpanjang lagi sampai Maret 2022,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam siaran pers Selasa (3/11/2020).

Selain relaksasi restrukturisasi kredit, menurutnya, OJK tengah menyiapkan perpanjangan beberapa stimulus lanjutan.

Adapun stimulus tersebut seperti pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer, dan penilaian kualitas Agunan Yang Diambil Alih (AYDA), serta penundaan implementasi Basel III.

Wimboh menambahkan, hingga 5 Oktober 2020 realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan sebesar Rp 914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur. Terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp 361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp 552,69 triliun.

“Sementara untuk restrukturisasi pembiayaan perusahaan hingga 27 Oktober mencapai Rp 177,66 triliun dari 4,79 juta kontrak. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro dan Bank Wakaf Mikro hingga 31 Agustus masing-masing mencapai Rp 26,44 miliar untuk 32 LKM dan Rp 4,52 miliar untuk 13 BWM,” katanya.

OJK mencatat, berdasarkan data sektor keuangan hingga September 2020, kinerja intermediasi masih tumbuh positif dan tingkat prudensial juga tetap terjaga pada level yang terkendali.

Menurut Wimboh, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 12,88% yoy. Setelah mengalami kontraksi yang cukup dalam pada April sampai Juni 2020, kredit perbankan masih mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar 0,12% yoy.

“Meskipun kredit tumbuh melambat pada bulan September ini, namun mulai menunjukkan pertumbuhan positif secara month-in-month (mom) yaitu 0,16% yang ditopang oleh kredit Bank Milik Pemerintah,” tuturnya.

“Kredit Modal Kerja dan kredit konsumtif menunjukkan pertumbuhan positif sejak pandemi Covid–19, terutama berasal dari kredit rumah tangga (peralatan rumah tangga dan multiguna) yang tumbuh 2,05% (mtm),” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.