Kebakaran di Pabrik Cat, Dua Korban Harus Dilarikan ke Rumah Sakit

Para petugas pemadam kebakaran berusaha mengevakuasi lokasi kebakaran di sebuah gudang bahan baku cat di Jalan Puspowarno Mloyo, Semarang Barat, Selasa (11/8/2020).

 

HALO SEMARANG – Kasus kebakaran terjadi di sebuah gudang bahan baku cat di Jalan Puspowarno Mloyo, Semarang Barat, pada Selasa (11/8/2020) pukul 15.30 WIB.

Dua orang harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama (RST), karena mengalami luka bakar. Saat kebakaran terjadi terdengar bunyi seperti ledakan.

Hal itu diungkapkan pengelola gudang dan kantor CV Timur Jaya, Edy Yulianto. Dia menerangkan, dua korban tersebut mengalami luka bakar yang serius dan harus mendapatkan perawatan medis.

“Dua korban luka bakar masing-masing di bagian tangan dan kaki, langsung dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Adapun dua karyawan tersebut yakni bernama Alim dan Slamet. Adapun menurut keterangan beberapa saksi, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.20.
Saat itu di gudang sedang ada kegiatan memasak bahan terr, dengan menggunakan kompor berbahan minyak gas.

Pada pukul 14.30 aktivitas pemasakan telah selesai. Kemudian pukul 15.00 pada saat pengolahan tiba-tiba terdengar suara ledakan yang berasal dari kompor minyak. Kemudian dibarengi api keluar dari arah dapur.

“Kerugian diperkirakan sekitar Rp 300 juta,” tandas Edy.

Dari pantauan di lokasi, asap hitam tebal masih mengepul keatas hingga Selasa sore. Petugas gabungan tampak sibuk memadamkan api.

Selain itu, warga sekitar dibantu oleh jajaran TNI dan Polisi ikut membantu pemadam api. Di sekitar lokasi juga dipadati ratusan warga yang penasaran ingin melihat musibah kebakaran ini.

Komandan Pleton 4 Damkar Kota Semarang, Dahana mengatakan, gudang tersebut berisi bahan mudah terbakar berupa spiritus, tiner, kardus dan kertas.

“Kami terjunkan delapan unit mobil damkar untuk memadamkan api, satu tim enam personel,” jelasnya, Selasa (11/8/2020).

Saat pemadaman berlangsung, patugas memakai cairan khusus agar kobaran api mudah dijinakan, sekaligus tidak cepat merembet ke permukiman warga.

Dia mengaku petugas sempat kesulitan memadamkan api lantaran sumber air yang ditemukan jaraknya cukup jauh dari lokasi kejadian. Terlebih, akses jalan juga sempit karena padat permukiman warga.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.