in

Kebakaran di Kilang Cilacap, Polri Lakukan Penyelidikan, Pertamina Turunkan Komite Audit

Salah satu tanki Pertamina RU IV Cilacap terbakar, Jumat (11/6). Api diduga berasal dari sambaran petir saat hujan deras. (Foto : Cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Polri masih terus menyelidiki kebakaran tangki T-205 Kilang Cilacap, Jumat (11/6) lalu. Masyarakat di sekitar lokasi juga diminta untuk tidak khawatir atas keamanan dan keselamatan mereka, karena polisi juga melakukan patroli di seluruh wilayah ring 1 area Kilang Cilacap.

Penegasan itu disampaikan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Cilacap AKBP Leganek Mawardi, berkaitan dengan musibah tersebut. Polres juga akan berkoordinasi dengan Pertamina dalam melakukan penyelidikan musibah kebakaran tangki T-205 di area 29 Kilang Cilacap itu.

“Jika dibutuhkan, kami juga akan meminta bantuan laboratorium forensik dan Inafis,” ucapnya.

Saat ini polisi fokus pada pengamanan parameter dan tempat kejadian perkara.

“Kami pastikan, dari TKP ke permukiman masyarakat cukup jauh. Yang terdekat sekitar 350 meter adalah kawasan industri dan kami sudah mengingatkan kepada sekuriti di sana agar lebih menjauh,” kata dia.

Sementara itu menurut Babinsa Koramil 01/Cilacap Sertu Catur Pambudi, yang ketika kejadian berada di dekat lokasi,  diduga tangki parasilin No. 39T/206 Unit 39 Area Kilang Minyak Pertamina RU IV Cilacap itu tersambar petir sebelum terbakar. Pada saat itu hujan lebat memang melanda kota Cilacap sejak sekitar pukul 19.30 WIB.

“Diduga sementara tangki parasilin No. 39T/206 Unit 39 tersambar petir dan terjadi kebakaran di tangki tersebut namun saat ini tangki sudah bisa di padamkan dengan alat Haydran di tambah Damkar milik Pertamina”, kata Sertu Catur Pambudi.

Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Dia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kejadian ini. Syamsul memastikan Pertamina secara profesional  menyelesaikan persoalan ini.

“Terima kasih Pertamina menyelesaikan masalah ini. Teman-teman pemadam dari internal Pertamina sangat profesional bergerak cepat. Kami pun bersama TNI Polri dan pemadam kebakaran secara terpadu siap membantu apabila dibutuhkan,” tutur Syamsul.

Seperti diketahui, sekitar pukul 19.45 WIB, Jumat, 11 Juni 2021, satu tangki benzene milik Kilang Pertamina Cilacap mengalami insiden kebakaran.  Tim pemadam kebakaran Kilang Cilacap bergerak cepat  memadamkan api.  Pemadaman dilakukan oleh 50 tenaga pemadam dengan menggunakan foam monitor untuk mengarahkan penyemprotan foam ke titik api.

Hatim Ilwan, Area Manager Communication, Relations, and CSR Kilang Cilacap mengatakan pada saat terbakar, tangki di area bundwall hanya berisikan 1/3 produk Benzene atau sebanyak 1.100 barel dari kapasitas tangki 3.000 barel.

Benzene adalah produk kilang yang merupakan bahan dasar untuk petrochemical, tidak terkait dengan produk BBM atau LPG.

Hatim memastikan, Kilang Cilacap  tetap beroperasi normal sehingga pasokan BBM serta LPG tidak akan terganggu.

Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengatakan, pada Senin (14/6) Komite Audit akan menuju Cilacap untuk mencari fakta.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati juga sudah menuju ke Cilacap untuk menangani musibah tersebut.

“Bismillah off to Cilacap. Mohon doanya atas insiden yang terjadi Kilang cilacap semalam,” tulis Nicke dalam akun @nicke_widyawati.  (HS-08)

Share This

Kebakaran di Kilang Cilacap, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (13/6/2021)