Kawasan Tambang Quarry di Desa Wadas Direklamasi Agar Memiliki Potensi Wisata

Sumber : Purworejokab.go.id

 

HALO PURWOREJO – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, akan mereklamasi dan mengelola kembali kawasan bekas penambangan Quarry di Desa Wadas, agar dapat digunakan untuk peningkatan potensi wisata.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Serayu Opak, Yosiandi Radi Wicaksono, seperti dirilis Purworejokab.go.id.

Menurut Yosiandi, lokasi itu diproyeksikan menjadi ruang terbuka, dengan dibangun rest area atau tempat wisata lainnya.

“Jarak 10 km dari Desa Wadas hingga Bendungan Bener juga merupakan wilayah, yang nantinya dapat dikembangkan,” kata Yosiandi.

Dikatakan, dari target 114 hektare kawasan quarry yang akan dibebaskan, sebenarnya hanya 64 hektare saja yang akan dilakukan ekskavasi.

Adapun 54 hektare sisanya tidak digali, karena lokasinya dekat dengan pemukiman.

“Rencana penggalian batu jauh dari pemukiman warga, kurang lebih 300 m. Jadi sudah ada jarak aman, antara lokasi penggalian dengan pemukiman. Antara lokasi penggalian dan pemukiman adalah bukit, sehingga lebih aman,” terangnya.

Metode yang digunakan untuk menggali, juga menggunakan metode yang dapat mencegah terjadinya longsor. Penggalian tersebut juga tidak akan membentuk lubang, karena metode yang digunakan dengan memotong. Kedalaman maksimal hanya 1-2 meter, yang nantinya juga akan dilakukan reklamasi kembali.

“Dengan metode ini, isu permasalahan perusakan lingkungan, diharapkan tidak akan terjadi. Jika nantinya memang ditemukan adanya mata air, kami juga akan melakukan penanganan dengan membuatkan jalur pengaliran yang lebih memadai,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya sebenarnya telah siap untuk melaksanakan pemasangan trace. Pemasangan patok trase direncanakan akan dilakukan mulai 25 April hingga 11 Mei 2021. Namun untuk alasan keamanan, saat ini pihaknya menunggu arahan dari pihak Polres dan Kodim. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.