in

Kawasan Lamicitra Pelabuhan Kembali Digenangi Banjir Rob, DPU Kerahkan Satu Unit Pompa

Banjir rob melanda di kawasan industri pelabuhan akibat tanggul pelabuhan Citra Lami jebol, Senin (23/5/2022).

HALO SEMARANG – Genangan banjir rob akibat pasang air laut di pesisir Kota Semarang terutama di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas masih cukup tinggi. Sejak Senin (20/6) hingga Rabu (22/6) ketinggian air mencapai 40-60 centimeter.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang harus mengerahkan satu unit pompa untuk mengatasi genangan air yang terjadi di Kawasan PT Lamicitra, Pelabuhan Tanjung Emas tersebut.

Kepala DPU Kota Semarang, Sih Rianung mengatakan, pihaknya dihubungi GM Kawasan Industri Lamicitra, Yeru Salimianto untuk peminjaman pompa penyedot air guna mengatasi genangan di wilayah tersebut.

Genangan air di Kawasan PT Lamicitra disebutkan tidak mengalami surut, bahkan kondisinya malah air dari laut beberapa kali melimpas ke dalam kawasan industri saat terjadi gelombang tinggi.

”Kami kirimkan satu unit pompa air Alkon dengan kapasitas 300 liter/detik, untuk membantu pompa-pompa yang telah ada di sana milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana,” kata Rianung, Rabu (22/6/2022).

Sih Rianung menambahkan, kembali terjadinya genangan di kawasan industri tersebut, pihaknya sempat menyangka karena jebolnya kembali tanggul darurat dari karung pasir yang sempat dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.
Namun ternyata tanggul sementara atau darurat tidak jebol, tapi ada beberapa titik yang merembes sehingga air masuk dan menggenangi kawasan.

”Pompa yang dikirimkan tadi sudah melakukan penyedotan di genangan air yang ada di kawasan PT Lamicitra sejak sekitar pukul 13.00 WIB,” terang dia.

Sementara itu, karyawan pabrik di Kawasan Industri PT Lamicitra, Suryono, mengungkapkan, seluruh kendaraan milik pegawai pabrik tidak bisa masuk ke kawasan industri. Dan banyak sepeda motor terparkir di pinggir jalan keluar Pelabuhan Tanjung Emas.

”Air masih menggenang setinggi lutut sejak Senin (20/6), menyulitkan kami yang membawa sepeda motor. Daripada diparkir di dalam dan tergenang, justru dapat merusak onderdil maka kendaraan diparkir di luar kawasan industri yang tidak sampai terendam genangan air,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Suryono, masih ada sepeda motor milik karyawan pabrik yang terjebak di dalam kawasan pabrik karena belum bisa dibawa keluar imbas kembali terjadi genangan yang tinggi pada Senin (20/6).

Sebelumnya pada 23-24 Mei 2022 lalu, kawasan PT Lamicitra dikepung air rob. Saat itu tinggi air mencapai dada orang dewasa.

”Bedanya, kalau dulu genangan terjadi akibat tanggul jebol yang membuat air laut melimpas ke dalam kawasan industri. Kalau yang sekarang, disebabkan karena derasnya air hujan yang tidak bisa mengalir, ditambah adanya rob dan pasang air laut yang masih tinggi,” katanya.

Sementara itu, dari laporan BPBD Kota Semarang, Selasa (21/6), sejumlah wilayah yang terdampak banjir rob yakni di Kecamatan Semarang Utara, Kelurahan Tanjungmas di RW 12 (RT 05-08) total warga terdampak 45 KK atau 159 orang. Dengan ketinggian air berkisar 20-40 centimeter di permukiman.

Kemudian di RW 13 (RT01-06) dengan total 91 KK atau 285 orang. Dengan ketinggian air juga berkisar 20-40 centimeter.

Lalu di RW 14, ketinggian air cukup tinggi hingga mencapai 60 centimeter di Gang Teratai, RT 1-3 Gang Raya berkisar 40 centimeter. RT 4 ketinggian mencapai 60 centimeter. Dan titik terdalam genangan banjir rob mencapai 60 centimeter berada di bawah jembatan atau Flyover Yos Sudarso.

Wilayah RW 15 (RT1-9) total 74 KK atau 257 orang, dengan ketinggian air 20-40 centimeter di permukiman. Lalu RW 16 (RT1-RT 6) ada total 450 KK.

“Sementara itu di wilayah Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara dan Kelurahan Kemijen, Semarang Timur masih aman dari banjir rob,” kata Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono. (HS-06)

Ujian Kesabaran bagi Ten Hag

Pemkot Pekalongan Terima Puluhan Mahasiswa KKN IPB