in

Kawasan Kumuh di Brebes Difasilitasi Air Bersih

Peresmian fasilitas air bersih di wilayah perkotaan Kabupaten Brebes, ditandai pembukaan keran di rumah Wastiah, warga RT2/ RW 3 Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. (Foto : Brebeskab.go.id)

 

HALO BREBES – Kawasan kumuh di wilayah perkotaan Kabupaten Brebes, mendapat fasilitas air bersih, dari program reguler Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun anggaran 2021.

Fasilitas air bersih tersebut, terwujud atas sinergi Program Kotaku dan Perumda Air Minum Tirta Baribis. Launching ditandai pembukaan keran di rumah Wastiah, warga RT2/ RW 3 Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Dalam acara itu juga dilaksnakan penandatanganan Nota Kesepahaman, oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Brebes Sutaryono SH MSi dan Direktur Utama Perumda Tirta Baribis Agus Isyono SE MM.

Askot Mandiri Kotaku Kabupaten Brebes, Bambang Rudihartono melaporkan, Kabupaten Brebes mendapatkan alokasi dana Rp 9 milyar, untuk 9 Kelurahan Desa di 4 Kecamatan dengan besaran dana per kelurahan/desa masing-masing Rp 1 Milyar.

“Tujuan dari Kotaku Brebes, untuk mengurangi luasan permukiman kumuh seluas 78,53 hektare pada 2021,” kata Bambang, seperti dirilis Brebeskab.go.id.

Kepala Dinas Perwaskim Kabupaten Brebes, Sutaryono menargetkan pengurangan kumuh Kabupaten Brebes sesuai RPJMD 2017-2022 seluas 276 hektare.

Sementara hingga akhir 2020, baru tercapai 47 hektare. Untuk itu dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, agar pengurangan luasan daerah kumuh dapat tercapai.

Taryono berterima kasih atas dukungan Perumda Tirta Baribis, karena telah mendukung percepatan tuntas layanan air minum di Kabupaten Brebes.

Berdasarkan data akhir tahun 2020 cakupan layanan air minum jaringan perpipaan mencapai 17,60 persen, jaringan non perpipaan 77,86 persen.

“Total cakupan layanan air minum di Kabupaten Brebes sebesar 95,46 persen,” ungkapnya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Baribis Agus Isyono, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Tim Kotaku. Kolaborasi ini di samping untuk menuntaskan capaian 100-0-100 dan SDGs, juga untuk memperluas jaringan pelayanan ke warga.

Adanya subsidi sebesar Rp 1 juta per sambungan untuk biaya pemasangan dapat membantu mengurangi target capaian pengurangan kumuh. Juga dapat membantu target layanan yang disampaikan oleh Askot Mandiri Kotaku. Sebanyak 129 sambungan baru yang dikolaborasikan dengan Kotaku, mampu melayani lebih kurang 575 jiwa. (HS-08)

Share This

Menhub Berharap Bandara Blora Beroperasi Oktober

Aplikasi Simon Manjat BPKAD Brebes, Dongkrak Percepatan Pelaporan Pajak Pusat