in

Kawasan Dieng Digadang-gadang Jadi Geopark Nasional

Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) melakukan penilaian awal di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. (Foto : Banjarnegara.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) melakukan penilaian awal di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.

Penilaian awal dilakukan selama 3 hari, Rabu (11/10/2023) hingga Jumat (13/10/2023).

Rombongan tim Komite Nasional Geopark Indonesia, dipimpin Gunardi Kusumah dari Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Adapun anggotanya terdiri atas Dewan Pakar dari Kementrian PUPR, BRIN, profesional dan akademisi dari beberapa perguruan tinggi.

Kabid Destinasi Pariwisata, Yusep Handoko didampingi Kepala UPTD Dieng Sri Utami, menjelaskan penilaian ini merupakan tindak lanjut dari usulan Gubernur Jawa Tengah untuk menaikkan tingkat, yang semula Geopark Dieng menjadi geopark nasional.

Ini sudah berproses melalui komitmen bersama antar Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dengan Wonosobo sejak tahun 2015.

“Selama tiga hari tim geopark melakukan melakukan penilaian pendahuluan sebelum proses verifikasi oleh Kementerian ESDM RI pada Januari 2024. Hasil assesment ini akan ditindaklanjuti oleh Kemenko Maritim dan Investasi sebelum akhirnya ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional,” katanya di Dieng, 11 Oktober 2023.

Pihaknya menyadari bahwa Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo sangat membutuhkan fasilitasi, supervisi, dan asistensi, baik dari Pemerintah Pusat maupun provinsi.

Maka kehadiran tim Komite Nasional Geopark Indonesia di Dieng sangat diharapkan.

“Kami berharap, dapat menghasilkan output yang baik untuk melangkah ke tahap selanjutnya, sekaligus sebagai input bahan berbenah dan meningkatkan performa dalam mengembangkan Dieng sebagai geopark nasional,” harapnya.

Kawasan Dieng memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan, dan digadang-gadang menjadi geopark nasional, baik dari sisi geoheritage, geo biodiversity, maupun geo culture. Geoheritage berbentuk bentang alam yang berpotensi menjadi objek wisata, geo biodiversity dengan adanya flora dan fauna khas di kawasan Dieng.

Dieng juga berpotensi menjadi geo culture berupa warisan kebudayaan dengan situs peninggalan peradaban yang menjadi keunggulan tersendiri atas kekayaan alam dan budaya.

Penilaian tersebut merupakan sebuah standardisasi dalam mempersiapkan kematangan Dieng sebagai geopark nasional, di mana berbagai kegiatan telah menyertai prosesnya, mulai dari digelarnya berbagai seminar yang melibatkan pemangku wilayah, pemangku kebijakan, dan stakeholders lainnya.

Tim KNGI akan berada di Dieng selama 3 hari untuk meninjau berbagai obyek dan kawasan, seperti Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Museum Kailasa, Sikunir Telaga Warna, Telaga Menjer, dan lainnya. (HS-08).

PKK Purworejo Ajak Masyarakat Budayakan Cuci Tangan Pakai Sabun

Norisi, Sensasi Nori dari Daun Singkong