Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Kasus Zeus Karaoke, Pemkot Dinilai Tak Tegas

Penyegelan Zeus Karoake yang berada di Hotel Grand EDGE Jalan Sultan Agung Semarang yang dilakukan Polda Jateng, 20 November 2019 lalu.

 

PEMKOT Semarang dinilai tak tegas dalam penanganan dugaan pelanggaran perizinan Zeus Karoake yang berada di Hotel Grand EDGE Jalan Sultan Agung Semarang. Pasalnya, meski diketahui izin usahanya habis sejak April 2019, hingga kini tak ada penutupan tempat hiburan tersebut.

Bahkan ketika ada temuan dugaan prostitusi yang ditangani pihak kepolisian, Pemkot Semarang seakan tetap tutup mata dan tak ada tindakan untuk memberikan sanksi bagi manajemen Zeus Karoake.

Koordinator Gempar Jateng, Wijayanto menduga ada permainan dalam kasus Zeus Karoake ini. Apalagi dugaan kasus prostitusi di Karaoke Zeus sudah dua kali dibongkar pihak kepolisian, tahun 2018 lalu dan terakhir pertengahan November 2019.

“Dari April hingga Desember 2019 Pemkot Semarang ke mana aja? Padahal izin usahanya sudah habis. Seperti sengaja dibiarkan. Ironisnya, kasus prostitusi yang ditangani Polda di saat Zeus Karaoke juga tidak berizin,” katanya, baru-baru ini.

Untuk diketahui, Pemkot Semarang berhasil menutup lokalisasi Sunan Kuning dan GBL di tahun 2019 ini. Bahkan Pemkot Semarang harus mengeluarkan APBD hingga miliar rupiah untuk pemberian pesangon bagi para wanita pekerja seks (WPS) di sana.

“Terus apa bedanya Sunan Kuning dan GBL dengan Zeus Karaoke, toh sama-sama melakukan prostitusi. Tapi kenapa Pemkot Semarang seolah-olah tidak berani menutup Zeus? Apakah Zeus memberikan upeti besar? Wallahu A’lam,” tandasnya.

Beberapa hari lalu, Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin juga mengeluarkan statemen akan menutup Zeus Karaoke karena izinnya telah habis sejak April 2019.

“Kami akan mengirimkan surat teguran untuk menutup Zeus Karaoke karena izinya telah habis sejak April 2019. Selain itu karena kasus prostitusi yang ditangani kepolisian, tapi kami harus mengikuti prosedur,” ujar Iswar.

Namun, pernyataan Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin sepertinya tidak diperhatikan oleh dinasnya, baik Dinas Pariwisata maupun Satpol PP sebagai aparat penegak perda. Mereka seperti tidak berdaya dalam penanganan kasus ini.

“Kalau pun ada proses pengajuan izin lagi, harusnya tempat itu ditutup dulu, bukan dibiarkan buka. Satpol PP juga aneh, karaoke liar dibombardir bahkan diratakan dengan tanah, tapi kasus Zeus seperti dibiarkan,” tandas Wijayanto.

Wijayanto juga mengkritisi, bahwa perizinan baru bisa dibuat setelah tempat yang lama ditutup. Celah ini yang sepertinya dimanfaatkan oleh pengusaha nakal untuk “mengakali” bisnis ilegalnya di Kota Semarang.

“Seakan, semua pengusaha karaoke boleh melakukan pelanggaran, boleh menjajakan prostitusi, bahkan mungkin narkoba, toh setelah ditutup bisa mengajukan izin baru,” tandas Wijayanto lagi.

Dari fakta-fakta yang ada, Wijayanto menduga ada mata rantai distribusi upeti sebagai bahan untuk melegalkan usaha yang ilegal.

Sehingga Zeus Karaoke yang ilegal karena tidak berizin, bisa melakukan usahanya dengan mulus tanpa pantauan aparat maupun Pemkot Semarang.

Bahkan informasi terakhir, Management Zeus telah mengajukan rekomendasi untuk pengajuan izin baru.

“Ini kan pelecehan bagi Pemkot Semarang dan kepolisian yang menangani kasusnya. Sudah tahu tidak berizin, setelah akan ditutup mengajukan izin baru,” pungkasnya.

Informasi yang didapat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang telah melayangkan surat teguran ke manajemen Zeus Karaoke untuk menutup tempat hiburan tersebut.

Meski surat teguran telah dikirimkan, namun Zeus Karaoke hingga saat ini masih beroperasi seperti biasanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari belum lama ini mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan rapat dengan Sekda dan jajaran yang lain, dan diketahui bahwa izin Karaoke Zeus memang sudah berakhir sejak April 2019.

Dan sesuai dengan aturan dalam perda, pihaknya akan memberikan teguran kepada Karaoke Zeus.

“Dalam aturan perda memang ada sanksi-sanksi yang diatur, dari teguran sampai penutupan,” tegasnya.

Sementara DPRD Kota Semarang juga mendukung langkah Pemkot Semarang yang memberi teguran untuk menutup Zeus Karaoke. Hal itu karena izin tempat hiburan tersebut diketahui telah habis sejak April 2019 lalu.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, meski mendukung langkah tersebut pemkot diminta untuk menjalankan kebijakan sesuai aturan yang ada.

“Jika memang Zeus Karaoke melanggar aturan, kami dari DPRD sepakat jika Pemkot Semarang menutup tempat hiburan itu,” katanya, Rabu (18/12/2019).

Sebagai informasi, 20 November 2019 lalu, Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Jateng membongkar dugaan kasus prostitusi ilegal di Zeus Karaoke.

Dari pengungkapan kasus itu seorang tersangka yang diduga menjadi muncikari dinyatakan sebagai tersangka dan kasus ini masih ditangani Polda Jateng.(HS)