in

Kasus Stunting di Rembang Rendah, Kepala BKKBN: Bisa Jadi Contoh Kabupaten Lain

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo bersama anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, melakukan kunjungan kerja di di Pendapa Museum RA Kartini, Rembang, Minggu (15/5/2022). (Foto : Rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Kepala Badan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, mengapresiasi upaya Pemkab Rembang, yang dapat menekan angka stunting hingga 18 persen.

Angka ini bahkan lebih rendah dari capaian nasional yang masih berada pada angka 24,4 persen dan Provinsi Jawa Tengah 20,4 persen.

Apresiasi disampaikan Hasto Wardoyo, ketika bersama anggota Komisi IX DPR RI Dr H Edy Wuryanto, melakukan kunjungan kerja di Pendapa Museum RA Kartini, Kabupaten Rembang, Minggu (15/5/2022).

Namun demikian upaya untuk menekan angka kasus stunting masih harus terus dilakukan, untuk mencapai target dari Presiden Joko Widodo, yakni paling tinggi 14 persen pada 2024.

“Rembang ini angka stuntingnya bagus, cita-cita Pak Presiden, nanti 2024, 14 persen paling tinggi. Kami optimistis Rembang bisa mencapai 14 persen dan bisa untuk contoh kabupaten-kabupaten lain,” kata dia, seperti dirilis Rembangkab.go.id.

Menurut Hasto, petugas medis yang terlibat seperti bidan, rumah sakit, dan kader Keluarga Bergerak di Kabupaten Rembang luar biasa. Mereka mau bahu membahu menuntaskan stunting.

Anggota Komisi IX DPR RI Dr H Edy Wuryanto menambahkan Rembang harus bekerja keras untuk mencapai angka stunting 14 persen. Kolaborasi BKKBN dan Pemkab dengan kader Keluarga Bergerak di tingkat Desa harus fokus dengan peta keluarga dan mengintervensi mereka yang stunting.

Edy yakin dengan segala potensi yang dimiliki Rembang, stunting dapat ditekan hingga 14 persen tahun 2024 mendatang.

“Rembang apa aja ada, ikan, kelor ya ada. Itu semua persoalan yang bisa kita selesaikan,” kata dia.

Ia juga mendukung keinginan Bupati Rembang tentang adanya rumah sakit di wilayah Rembang bagian timur, untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Ini penting karena untuk mengantisipasi adanya ibu hamil yang mau melahirkan di wilayah timur agar tidak terlalu jauh ke rumah sakit , sehingga dapat meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti keguguran yang disebabkan keterlambatan penanganan medis.

Dalam kunjungan kerja Hasto kali ini, digelar pula talkshow tentang sosialisasi dan komunikasi , informasi dan edukasi program Bangga Kencana.

Program Bangga Kencana adalah program dari BKKBN yang berfokus untuk mewujudkan Keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat di Indonesia, melalui berbagai kelompok kegiatan di masyarakat yang dalam hal ini difokuskan pada Bina Keluarga Remaja.

Sementara itu Bupati Rembang H Abdul Hafidz, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa ditangani oleh satu lembaga saja. Perlu upaya masif dari banyak pihak, termasuk kader-kader keluarga bergerak di desa.

“Bahkan semua ini harus kita payungi dengan peraturan-peraturan, yang mendasari bahkan sampai ke Perbup (Peraturan Bupati),” imbuhnya. (HS-08)

Hadiri Sedekah Laut, Bupati Pati Berharap Pemerintah Pusat Penuhi Tuntutan Nelayan

Apel Akbar Sahabat Ganjar di Kabupaten Semarang Berlangsung Meriah