in

Kasus Stunting di Banjarnegara Turun, Wabup Nilai Masih Perlu Upaya Lebih

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin ketika membuka kegiatan Rembuk Stunting, di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Rabu (25/8). (Foto : Banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Jajaran Pemkab Banjarnegara diminta terus berupaya menurunkan angka balita stunting, walaupun pada 2021, di kabupaten ini sudah berkurang.

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin menyebut data angka prevalensi balita stunting di wilayahnya, pada 2019 adalah 23,74% atau terdapat 10.446 kasus stunting. Adapun data pada tahun 2021, sudah turun menjadi menjadi 22,39% atau masih ada 9.934 Balita di Banjarnegara mengalami stunting.

Meskipun demikian masih diperlukan upaya lebih untuk menurunkan lagi angka stunting ini, karena target angka stunting nasional adalah 14% pada tahun 2024.

“Target nasional angka stunting sebesar 14 % di tahun 2024. Kita harus upayakan agar dapat terwujud. Bahkan kalau bisa, lebih rendah dari target tersebut,” kata dia, saat membuka kegiatan Rembuk Stunting, di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Rabu (25/8).

Kasus balita stunting, menjadi perhatian serius Pemkab Banjarnegara. Walaupun bukan merupakan penyakit, tetapi tidak boleh dipandang sebelah mata. Anak dengan kondisi stunting, cenderung memiliki kecerdasan lebih rendah, dibandingkan anak yang tumbuh dengan optimal.

“Stunting dapat mengakibatkan penurunan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang,” kata dia, seperti dirilis Banjarnegarakab.go.id.

Oleh karena itu, kata Wabup, dibutuhkan sistem terpadu dan terintegrasi dalam penanganan stunting agar bisa optimal, antara lain komitmen, kampanye perubahan perilaku, konvergensi program, akses pangan bergizi serta pemantauan dan evaluasi.

Dikatakan, penanganan stunting di Kabupaten Banjarnegara, tidak hanya tugas Pemkab, tetapi butuh dukungan nyata semua pihak dari lintas sektor.

Pelaksana tugas Kepala Baperlitbang Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menyampaikan kegiatan Rembuk Stunting bertujuan untuk membangun komitmen bersama di lingkungan Pemkab Banjarnegara dalam percepatan penanganan stunting.

“Dengan adanya kegiatan Rembuk Stunting ini diharapkan dapat memeperkuat koordinasi, komunikasi lintas sektor dan menumbuhkan semangat untuk bersatu padu dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjarnegara,” terangnya

Yusuf juga mengatakan, sebagai upaya percepatan penanganan stunting, saat ini Kabupaten Banjarnegara telah menetapkan sebanyak 20 desa menjadi lokasi fokus penanganan stunting.

“Terdapat 10 desa lokasi fokus stunting pada tahun 2021 dan ada penambahan 10 desa lagi di tahun 2022,” katanya. (HS-08)

Share This

Datang Malam, Bupati Kebumen Memasak Nasi Goreng Untuk Warga

Serahkan Santunan Kematian, Bupati Pati Larang Adanya Potongan