in

Kasus Pengeroyokan Pelajar di Weleri, Dua Tersangka Ditangkap

Kedua pelaku penganiayaan saat dihadirkan dalam acara Press Conference di Mapolres Kendal, Senin (30/8/2021).

 

HALO KENDAL – Personel Polres Kendal berhasil mengamankan dua pelaku tindak pidana penganiayaan kepada pelajar di area SPBU jalan lingkar Weleri, Desa Parakan Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, pada 4 Juni 2021.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto dalam acara Press Conference di halaman Mapolres Kendal, Senin (30/8/2021).

Kapolres mengatakan, kasus yang ditangani salah satunya pengeroyokan oleh alumni salah satu SMK swasta di Kota Kendal kepada pelajar lain di Kendal.
Kejadiannya, pada tanggal 4 Juni 2021, para pelaku AM (18) dan AH (19) berboncengan bertiga dengan menggunakan Yamaha Vixion milil BJ untuk melakukan konvoi merayakan kelulusan salah satu SMK swasta di Kendal.

“Saat berada di SPBU jalan lingkar Weleri, salah seorang peserta rombongan konvoi ada yang berteriak menyebut nama sekolah swasta di Weleri. Setelah melihat ada lima pelajar yang berada di pengisian nitrogen SPBU tersebut,” jelas Kapolres.

Sontak para pelajar yang ada di SPBU tersebut lari tunggang langgang saat para pelajar yang konvoi mengejar. Dari kelima pelajar tersebut, tiga berhasil melarikan diri, dan dua siswa menjadi bulan-bulanan para alumni pelajar yang konvoi.

“Ini ironis sekali, di usia masih belia mereka sudah melakukan kejahatan mirip premanisme dengan melakukan pengeroyokan dan melukai korban” tandas Yuniar.

Kapolres menambahkan, korban MI (15) dan rekannya SM (15), dikeroyok, dipukuli, dan dibacok oleh kedua pelaku yang mengakibatkan luka di punggung MI dengan panjang 5 cm. Sedangkan temannya SM, mengalami luka sayatan sepanjang 8 cm.

“Korban dipukuli, diseret dan dilukai dengan senjata tajam sehingga membuat korban terluka parah dengan luka sayatan senjata tajam,” imbuh Yuniar.

Dijelaskan saat ini jajaran Polres Kendal sudah berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Atas kejadian tersebut, kepada kedua pelaku kita jerat dengan pasal 170 KUHPidana, dengan ancaman maksimal kurungan penjara selama lima tahun enam bulan,” pungkas Kapolres.

Sementara dari pengakuan salah seorang pelaku, AM, mereka salah sasaran. Korban berjumlah lima orang tersebut dikira pelajar salah satu SMK swasta di Weleri.(HS)

Share This

Tinjau Pelaksanaan PTM, Ini Yang Disampaikan Wali Kota Semarang

Parkir RSUP Dr Sardjito Jadi Ruang Isolasi, Menteri PUPR : Semoga Mencukupi Kebutuhan DIY