in

Kasus Pembunuhan Bayi Di Ngaliyan, Ini Pengakuan Pelaku

Para pelaku pembuang bayi di Ngaliyan, Semarang sudah ditangkap jajaran Polrestabes Semarang.

 

HALO SEMARANG – Polrestabes Semarang mengungkap kasus penemuan bayi di Lapangan Voli Jalan Candi Pawon Selatan RT 4 RW 1, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan pada Sabtu (2/10/2021).

Dalam pengungkapan tersebut, dua pelaku yang merupakan orang tua korban diamankan masing-masing bernama Yustiani (23) warga Brebes dan kekasihnya bernama Andrianto (22) warga Kintelan, Kota Semarang.

Meski mereka belum menjadi pasangan resmi, namun dalam hubungan berpacaran sekira dua tahun sudah seperti layaknya suami istri hingga sampai mempunyai bayi dan tega membunuhnya.

Andrianto, mengakui alasan ia tega membunuh bayi di dalam perut kekasihnya lantaran bingung hendak merawatnya dan malu kepada orang-orang di lingkungan sekitar, karena sudah mempunyai anak sebelum menikah.

“Waktu itu bingung mau merawat dan karena malu. Sebenarnya juga ada rencana menikah,” ujarnya saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Senin (4/10/2021).

Diakuinya, proses menggugurkan bayi di dalam perut kekasihnya dengan menggunakan obat penggugur kandungan. Obat tersebut didapat melalui aplikasi jual beli online dengan harga Rp 500 ribu.

“Sehari minum 4 butir. Yang terakhir satu hari itu,” katanya.

Sementara itu, ibu korban Yustiani menuturkan, setelah minum obat penggugur kandungan dia sangat lemas dan perut sakit. Kemudian saat bayi itu lahir, lanjut dia, korban hanya diam dan tidak bereaksi sedikitpun.

“Tali pusar saat melahirkan putus sendiri. Pas keluar bayinya gak ada reaksi apa-apa,” pungkasnya.

Di sisi lain, Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, AKP Agus Supriyadi menjelaskan, kejadian ini bermula ketika kedua pelaku berpacaran selama dua tahun.

Dari hasil hubungan itulah, mereka bermesraan layaknya suami istri hingga Yustiani hamil. Kemudian, karena malu dan bersepakat untuk menggugurkan kandungannya.

“Pada bulan Agustus si perempuan menyampaikan bahwa ia sedang hamil. Kemudian ada kesepakatan untuk menggugurkan kandungan dengan membeli obat penggugur kandungan,” tuturnya.

Karena efek samping dari obat, kemudian Yustiani mengalami sakit perut dan hendak memeriksakan ke apotek. Namun karena tak kuat menahan sakit, saat perjalanan ia meminjam toilet warga untuk melahirkan korban.

“Usia kandungan 7 sampai 8 bulan. Hasil autopsi menunjukkan kondisi bayi pada saat dilahirkan dalam kondisi hidup. Kemudian ada luka memar di wajah dan ada resapan di leher. Karena memang keterangan dari tersangka lehernya (bayi) dijerat dengan kain yang telah disiapkan, kemudian ada luka lain resapan darah di kepala karena pada saat dilahirkan kemudian dibuang lewat ventilasi lalu jatuh,” imbuhnya.

Saat ini para pelaku dan barang bukti di antaranya 3 botol obat penggugur kandungan, 1 strip paramex, 1 buah botol sprite, Kain lap pel, 2 buah handphone sudah diamankan di Mapolrestabes untuk proses lebih lanjut.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku terancam dengan pasal 342 KUHPidana tentang dengan sengaja menghilangkan nyawa bayi yang baru dilahirkan dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun.(HS)

Share This

Bank Jateng Borong Dua Penghargaan di Ajang Infobank Awards 2021

Dinsos: Semarang Dapat Tambahan Sebanyak 1.716 Penerima PKH dan BPNT