Kasus Pembacokan di Kutowinangun, Dua Tersangka Diringkus dan Diancam Hukuman Mati

Konferensi pers terkait kasus penganiayaan di Desa Kutowinangun. Konferensi pers dipimpin Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama, dengan menghadirkan tersangka. (Foto : Tribratanews.jateng.polri.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Satuan Reskrim Polres Kebumen berhasil menangkap dua tersangka, yang diduga menganiaya korban RD (37) warga Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kebumen hingga meninggal dunia.

Para tersangka, masing-masing berinisial RZ (33) dan BY (41), keduanya merupakan paman dan keponakan, adalah warga Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun.

Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama, saat konferensi pers menjelaskan, penganiayaan berlatar belakang dendam tersangka RZ kepada korban, karena sering dibully dengan cara dipukul tanpa sebab yang jelas.

“Tersangka RZ memiliki histori permasalahan dengan korban. Ada motif dendam. RZ sering mendapatkan perlakuan seperti Bully, ataupun penganiayaan pemukulan oleh korban kepada tersangka,” kata Kapolres Kebumen, didampingi Kasat Reskim AKP Afiditya, Sabtu (3/4), seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id, Minggu (4/4).

Dijelaskan, pada malam kejadian penganiayaan, Rabu (31/3) sekitar pukul 23.30 WIB, tanpa sengaja korban dan tersangka bertemu di suatu tempat, di Dukuh Sudagaran Desa Kutowinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen. Saat itu, korban dan tersangka RZ, bertemu dalam kondisi mabuk, karena pengaruh minuman keras.

Saat itulah keduanya berkelahi dengan tangan kosong.  “Saat terjadi perkelahian, keduanya sudah dilerai oleh teman-temannya. Setelah dilerai tersangka pulang ke rumah tersangka BY,” jelas Kapolres.

Setibanya di rumah tersangka BY, tersangka RZ mengungkapkan kekesalan kepada korban. Mendengar aduan sang keponakan, tersangka BY ikut naik darah.

Niat jahat timbul. Keduanya yang masih dalam pengaruh Miras, berniat  memberikan perhitungan kepada korban.

Tersangka BY membawa golok sedangkan RZ membawa clurit untuk membunuh korban. Keduanya datang menghampiri korban di tempat sebelumnya terjadi perkelahian.

Dalam penganiayaan di tempat itu, korban mengalami sejumlah luka robek pada bagian perut, punggung dan kepala.

“Ketika korban berdiri, kemudian clurit yang dipegang tersangka RZ disabetkan pada bagian perut sebelah kanan. Saat korban ingin lari, punggung dan kepala korban kembali disabet. Kurang lebih ada tiga luka yang menyebabkan korban meninggal dunia,” papar AKBP Piter.

Teman korban yang ada di lokasi, berusaha menyelamatkan korban. Tetapi keberadaan tersangka BY yang mengancam menggunakan golok, membuat teman korban tidak bisa berbuat banyak selain menyaksikan kejadian berdarah itu dan lari menyelamatkan.

“Peran tersangka BY, mengacungkan golok  kepada teman korban untuk tidak melerai, karena menurut tersangka BY, itu masalah pribadi antara korban dengan tersangka RZ,” jelasnya Kapolres.

Setelah kejadian itu, tersangka RZ memutuskan melarikan diri ke daerah Cikarang Kabupaten Bekasi Jabar. Adapun BY, tetap berada di rumahnya di Kutowinangun.

Beberapa jam setelah kejadian, Satuan Reskrim Polres Kebumen, berhasil menangkap tersangka BY. Adapun tersangka RZ, diamankan setelah menyerahkan diri karena perbekalan habis saat pelariannya di Cikarang.

“RZ menyerahkan diri, pagi tadi kepada petugas kepolisian,” jelas AKBP Piter.

Keduanya dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Kepada polisi tersangka RZ mengakui penyesalannya. Terlebih keduanya, adalah teman. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.