in

Kasus Kematian Covid-19 di Kendal Tinggi, Ini Yang Diharapkan Oleh Tim Pemulasaraan

Tutus, relawan pemulasaraan dari Tim Emprit.

 

HALO KENDAL – Lima tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang ada di Kabupaten Kendal menerima bantuan CSR dari beberapa perusahaan. Penyerahan dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Kamis (12/8/2021).

Lima tim di antaranya, tim dari Dinas Kesehatan (Emprit), tim dari PMI, ORARI, kemudian tim dari MDMC dan tim dari Damkar Kabupaten Kendal.

Perwakilan dari Perusahaan Asia Pasific Fibers (APF), Mattoni AS Maaris selaku HR dan Humas menjelaskan, bantuan CSR ini diberikan kepada para tenaga relawan pemulasaraan yang ada di Kabupaten Kendal.

“Kami dari perwakilan beberapa perusahaan, di antaranya saya sendiri dari PT Asia Pasific Fibers (APF), dari Kawasan Industri Kendal (KIK), ada juga dari PT Kayu Lapis Indonesia (PT KLI) dan dari PT Pasindo perusahaan tas, hari ini menyerahkan bantuan kepada tim relawan pemulasaraan jenazah Covid-19,” jelasnya.

Dikatakan, bantuan berupa sembako, uang tunai dan tas diberikan sebagai apresiasi dan sumbangsih atas perjuangan tim pemulasaraan jenazah Covid-19.

“Sumbangan yang kami salurkan baik sembako, uang tunai maupun tas dengan total sebesar Rp 1 juta, kepada masing-masing relawan. Harapannya bantuan ini bermanfaat bagi para relawan dan keluarganya,” ungkap Mattoni.

Salah seorang relawan dari Dinas Kesehatan Kendal atau yang biasa disebut “Tim Emprit”, Tutus Narsani mengaku dalam bertugas, dirinya tidak mengenal waktu. Belum lagi, terkadang terjadi penolakan yang dilakukan oleh masyarakat.

“Kami bertugas dari pagi mungkin sampai pagi lagi kita sambung sampai pagi berikutnya. Jadi kadang sampai dua hari kami tidak pulang. Belum lagi jika ada penolakan dari masyarakat yang tidak percaya adanya Covid-19. Semuanya tetap kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Titus juga menjelaskan, dalam bertugas tim emprit juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat, tentang pemulasaraan secara prokes untuk jenazah Covid-19.

Apalagi dalam dua bulan terakhir angka kematian Covid-19 di Kendal cukup tinggi. Belum lagi pekerjaan relawan ini mengandung risiko, yakni terpapar virus.

“Paling tinggi dalam sehari ada 37 jenazah Covid yang harus kami tangani. Kalau soal tertular itu pasti, karena itu sudah menjadi risiko pekerjaan kami. Dari kelima tim semuanya sudah pernah ada yang terpapar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengucapkan terima kasih kepada perusahaan industri di Kabupaten Kendal yang telah peduli dengan memberikan bantuan kepada tim pemulasaraan jenazah Covid-19.

Ia juga menjelaskan, dari lima tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di Kabupaten Kendal, masing-masing diisi lima personel.

“Dari lima tim yang ada di Kabupaten Kendal, masing-masing ada lima personel. Jadi total ada 25 anggota tim pemulasaraan jenazah Covid-19,” ujarnya.

Salah seorang relawan perempuan dari Tim Damkar Kendal, Tiyas mengaku, pihaknya hanya menangani pemulasaraan jenazah Covid-19 yang isoma dan khusus perempuan.

“Saya menjadi relawan pemulasaraan ini secara sukarela dan ikhlas, karena panggilan jiwa, untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.

Tyas mengaku, dalam menjalankan tugasnya juga sering melibatkan tim pemulasaraan lainnya. Hal ini menurutnya, ada beberapa tata cara yang harus dilalui saat mengurus jenazah Covid-19.

“Saya dan satu lagi teman perempuan di tim Damkar Kendal secara sukarela mengurus jenazah Covid-19. Kami menangani kalau sudah mendapat persetujuan keluarga. Kalau tidak ada persetujuan, ya tidak kami tangani,” pungkasnya.(HS)

Share This

Ganjar: Gesekan di Birokrasi Jangan Ganggu Pelayanan Publik

Polsek Gringsing Bersama Pemdes Kutosari Salurkan Bansos Pemerintah