Kasus Intolerasi di Solo, Polisi Masih Buru Empat DPO

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

 

HALO SEMARANG – Hingga kini, Tim Resmob Satreskrim Polresta Surakarta masih memburu empat buron perusakan mobil di rumah Habib Assegaf, saat acara Midodareni anaknya di  Pasar Kliwon Surakarta pada 8 Agustus 2020.

Polisi meminta kepada empat daftar pencarian orang (DPO) dengan inisial SJ, CP, WY, BG untuk segera menyerahkan diri.

“Kami mengimbau kepada empat orang yang masih DPO, segera menyerahkan diri pada penyidik. Sehingga kita harus menyelesaikan secara hukum. Negara kita negara hukum. Tidak ada orang yang boleh berbuat seenaknya di negara kita,” ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Iskandar menambahkan, saat ini total ada 12 pelaku telah diamankan. Mereka adalah BD, MI, MS, AN, ST, SR, AN alias HOHO, M alias Mitun, Wahyudi alias Lentho, T alias Tono, dan terakhir berinisial S alias Romdon yang ditangkap pada Senin, 28 September 2020.

“Total yang tertangkap sebanyak 12 pelaku, jadi masih ada empat lagi DPO. Kita masih menunggu hasil pencarian empat orang lagi,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, untuk tersangka terakhir berinisial S alias Romdon ditangkap melalui penggerebekan oleh Densus di Jepara.

Disinggung kemungkinan adanya pelaku intoleransi S alias Romdon terafiliasi jaringan terorisme, Iskandar menegaskan pihaknya masih akan mendalami.

“Yang tertangkap di Jepara itu nanti Mabes polri ya, nanti kita dalami,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus intoleransi di Pasar Kliwon Solo telah mencapai tahap pelaksanaan rekontruksi lanjutan untuk dua orang tersangka baru Tono dan Romdon, serta penyelesaian berkas perkara untuk dua tersangka baru tersebut.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.