in

Kasus Demam Berdarah Meningkat, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Dinkes Lebih Aktif Lakukan Pencegahan

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto.

HALO SEMARANG – Terkait jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di tahun 2022 meningkat, yakni terdapat 857 kasus di Kota Semarang menjadi perhatian serius kalangan dewan. Bahkan, data Dinas Kesehatan Kota Semarang, dari jumlah kasus itu, ada sekitar 30 kasus meningggal dunia.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Winarto mengatakan, di musim hujan, kenaikan jumlah kasus demam berdarah dengue biasanya trendnya tinggi. Pihaknya berharap Dinkes Kota Semarang bisa lebih proaktif dengan menggalakkan pencegahan demam berdarah, misalnya menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah-rumah, agar nyamuk tidak berkembang biak.

Lalu, lanjut Liluk, sapaan akrab Wahyu Winarto, di musim hujan ini juga perlu diwaspadai wabah demam berdarah yang merebak. Sehingga penting digalakkan kebersihan lingkungan sekitar. “Misalnya warga rutin menyingkirkan barang-barang bekas, dan rajin mengecek membersihkan sisa genangan air hujan di pot-pot rumah, bak mandi dan ember. Bak mandi sering dikuras dan dibersihkan agar terhindar dari berkembang biaknya nyamuk aides agepty,”terangnya, Selasa (14/2/2023).

Selain itu, kata dia, di wilayah-wilayah tertentu yang terdapat kasus demam berdarahnya banyak, Dinkes harus turun langsung melihat kondisi di wilayah tersebut. Di beberapa wilayah yang rawan wabah demam berdarah dengue Dinkes harus masif memantau ke wilayah tersebut. “Apakah karena memang disebabkan genangan air sisa air hujan terus dijadikan sarang nyamuk, lalu ditularkan oleh gigitan nyamuk atau oleh faktor lainnya. Sehingga bisa diantisipasi sejak dini, jangan meremehkan wabah ini. Segera ditindaklanjuti jika ada laporan, dan menerjunkan petugas memeriksa penyebabnya apa. Jangan sampai menimbulkan korban,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menjelaskan, kasus kematian tertinggi demam berdarah dengue berada di Kecamatan Semarang Barat, dengan lima kasus, Ngaliyan lima kasus, Tugu lima kasus, dan Gunungpati empat kasus.

“Tipenya tiga tahunan memang naik. Tahun 2020, 2021, 2022. Dan tahun 2022 naiknya hampir tiga kali lipat dibandingkan 2021 lalu,” papar Hakam.

Hakam menambahkan, kasus tertinggi demam berdarah dengue terdapat di Kecamatan Banyumanik sebanyak 712 kasus, Semarang Barat ada 615 kasus, dan Tembalang ada 624 kasus. Sedangkan, kasus DBD dan DSS (demam shock syndrom) tertinggi berada di Kecamatan Tembalang sebanyak 121 kasus, Banyumanik ada 98 kasus, dan Ngaliyan sebanyak 90 kasus.(HS)

Antisipasi Penimbunan Minyakita, Polsek Mranggen Sidak Gudang Minyak

Nelayan Kendal Temukan Mayat Di Laut, Diduga Warga Demak