Kasus Covid-19 Naik, Dewan: Pemudik yang Datang Awal Wajib Isolasi Diri

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif.

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Muhammad Afif menyatakan setuju bahwa pemudik atau pendatang dari berbagai daerah yang sudah berada di Kota Semarang, wajib melakukan isolasi diri terlebih dulu.

Sebab, melihat data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang adanya kenaikan jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang, yang disebabkan pemudik atau pendatang yang melakukan perjalanan atau mudik lebih awal dari berbagai daerah.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengatakan, untuk mengantisipasi adanya pemudik di awal ini, sebelum diberlakukan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 harus diawasi oleh tokoh lingkungan masing-masing. Terutama di tingkat RT dan RW.

- Advertisement -

“Bukan melarang warganya datang, tapi meminta pemudik yang terlanjur datang untuk melakukan isolasi diri. Menurut saya, antisipasi ini, salah satu cara yang efektif untuk melokalisir jika ada yang positif terpapar saat melakukan perjalanan. Tujuannya agar penyebaran virus corona tidak makin meluas,” katanya, Rabu (21/4/2021).

Selain pengawasan pendatang atau pemudik, kata Afif, dengan melibatkan para tokoh lingkungan masing-masing, selanjutnya, pemerintah kota juga harus membuat surat edaran kepada RT/RW agar sosialisasi terkait para pemudik bisa berjalan baik.

“Surat edaran ini penting untuk tetap waspada karena pandemi sampai saat ini belum berakhir. Selain itu, juga imbauan-imbauan mematuhi protokol kesehatan terus dilakukan secara massif, hingga ke struktur RT/RW, dan memberikan peringatan tetap waspada agar jangan lengah,” imbuhnya.

Afif juga mengimbau tokoh lingkungan setempat agar tidak lupa untuk mensosialisasikan kepada pihak keluarga, terutama yang sudah ada anggotanya yang datang, untuk sementara waktu tidak membaur dulu. “Hal ini agar tidak terjadi klaster baru penyebaran virus corona,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengakui, imbas dari pemudik yang datang lebih awal, menambah jumlah kasus positif corona di Kota Semarang. Pihaknya mewajibkan bagi pelaku perjalanan untuk melakukan karantina mandiri di rumah terlebih dulu.

“Isolasi mendiri selama 10 hari, jika hasil dari tes swab antigen atau PCR yang bersangkutan bergejala dan positif Covid-19 akan kita taruh di rumah dinas wali kota,” terangnya.

“Saya perintahkan nakes agar tidak takut untuk menangani dan mendatangi rumah warga yang ada pendatang dari luar kota, karena didampingi Babinkamtibmas, Babinsa, dan pihak RT,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga mensosialisasikan pemudik dari luar kota, baik melakukan perjalanan melalui jalur laut, udara, dan darat, wajib menginput data diri melalui aplikasi Sidata.

“Sidata, adalah aplikasi tahun lalu yang digunakan tapi kita tambahi dengan notifikasi ke puskesmas, hingga lurah dan camat. Sehingga pelaku perjalanan agar diketahui lokasi tujuan pemudik hingga kecamatan dan kelurahan mana dan apakah saat ini dalam kondisi sehat atau sakit,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.