in

Kasus Covid-19 Menurun, RSUD Bendan Kota Pekalongan Semakin Sepi

Pemandangan RSUD Bendan Kota Pekalongan yang semakin lengang, setelah jumlah pasien Covid-19 menurun. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Penurunan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit, perlu diikuti dengan screening di masyarakat, agar pasien Covid-19 dapat segera ditangani tanpa harus menunggu kondisinya memburuk.

“UGD kami yang sebelumnya penuh sampai menolak pasien, kemarin nol atau kosong. Untuk ketercukupan tempat, ruang ICU 100% digunakan (6 ruangan). Namun untuk non ICU hanya digunakan 8 dari 55 ruangan atau kisaran 14% saja,” kata Direktur Utama RSUD Bendan, dokter Junaidi Wibawa MSi Med Sp PK, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Menurut dia, penurunan jumlah pasien ini merupakan hal yang baik. Tapi di masyarakat perlu dilakukan skrining lagi. Jika mengetahui seseorang terkonfirmasi postif Covid-19, maka orang tersebut harus segera masuk ke isolasi terpusat.

Dengan begitu, pasien tersebut dapat ditangani secara lebih baik, agar kondisinya tidak makin memburuk. “Kebanyakan pasien Covid-19 yang di ICU ini sudah gawat kondisinya baru dibawa ke RS,” kata Dokter Junaidi.

Penanganan isolasi terpusat, juga dinilai lebih efektif dibanding isolasi mandiri. Dengan isolasi terpusat, upaya penanganan oleh tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas tersebut dapat lebih optimal. Selain itu jumlah tenaga kesehatan untuk memeriksa pasien yang melakukan isolasi mandiri juga terbatas.

“Pasalnya banyak pasien yang isolasi mandiri di rumah, meninggal dunia karena kurangnya penanganan dan kurangnya deteksi,” kata dia.

Kaitannya dengan ketersediaan oksigen saat ini sudah lancar. Selain itu, kebutuhan oksigen juga berkurang. “Pada puncak kasus lalu oksigen yang digunakan yakni 1.500 sampai 2.000 meter kubik, sedangkan saat ini kebutuhannya mulai 700-800 meter kubik,” kata dia. (HS-08)

Share This

Berprestasi, Puluhan Dosen dan Karyawan USM Raih Penghargaan

Pemkab Semarang Bakal Tambah Tempat Pelayanan Vaksinasi