in

Kasus Covid-19 Menurun, Prokes Jangan Kendor

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid SE, saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Sosialisasi Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat di aula Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kamis (5/8). (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Penurunan angka kasus aktif Covid-19 di Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, jangan sampai membuat masyarakat mengendurkan protokol kesehatan.  Masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Camat Pekalongan Timur, Nur Sobah SSos MM, mengatakan angka kasus Covid-19 pada Agustus ini cenderung menurun dibanding Juli lalu. Dia berharap penurunan akan terus terjadi, hingga persoalan wabah ini bisa segera teratasi.

“Kami berharap, mudah-mudahan dengan kita selalu berdoa, berzikir, dan tentu berusaha dalam pengobatan secara medis, Insya Allah kasus Covid-19 bisa semakin melandai,” kata dia, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Dia menjelaskan, saat ini yang dirawat di rumah sakit, mayoritas pasien dengan saturasi 50 persen. Seperti diketahui, saturasi oksigen normal untuk orang dewasa adalah 95 – 100%. Nilai yang lebih rendah dari 90%, dianggap saturasi oksigen rendah, yang membutuhkan pasokan oksigen eksternal.

Namun demikian penurunan angka kasus ini, jangan sampai membuat masyarakat kendor dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Masyarakat perlu diyakinkan, bahwa Covid-19 itu nyata.

Karena itu masyarakat harus tetap disiplin, termasuk selalu memakai masker ketika bepergian, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan, dan mengurangi bepergian.

Selain itu pengobatan medis itu penting. Karena itu masyarakat tidak perlu takut, ketika diketahui positif terpapar Covid-19. Justru dengan mengetahui status kesehatan sejak awal, bisa lebih cepat mendapatkan pertolongan.

Dari sisi ekonomi, dia mengatakan dalam sepekan kemarin, Pemkot telah mempercepat penyaluran semua bantuan sosial.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemkot. Minggu kemarin kami sudah serahterimakan bantuan sosial yaitu bansos BST dan PKH,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk kasus Covid-19 di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur, berdasarkan data yang dihimpun dari 4 puskesmas setempat hingga 3 Agustus 2021, masih terdapat 234 orang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebagian besar merupakan hasil tracking kontak erat dengan keluarga, kerabat. Atau teman kerja yang dinyatakan positif Covid-19.

Dari 234 orang tersebut, 227 orang di antaranya adalah orang tanpa gejala (OTG) dan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Adapun tujuh orang lainnya, tengah dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid SE, mengungkapkan pada masa pandemi saat ini, masyarakat dituntut mengubah pola hidup, kebiasaan, serta budaya, agar bisa melaukan adaptasi kebiasaan baru.

Pemerintah juga mengeluarkan berbagai kebijakan, di mana masyarakat harus menyesuaikannya. Diakuinya, adanya pandemi Covid-19 ini, ada beberapa sektor yang berdampak dan menurun aktivitas serta produktivitasnya.

“Kami mewakili Pemkot Pekalongan terus berkoordinasi dengan Forkopimda. Setelah melonjaknya kasus Covid-19 di Jawa Tengah, kami dihadapkan pada aturan yang sangat berat, namun harus dilakukan,” tutur Wali Kota, saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Sosialisasi Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat di aula Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kamis (5/8).

Aaf bersyukur, sejak perpanjangan PPKM Darurat pertama sampai Perpanjangan PPKM Level 4 ini, kasus Covid-19 di Kota Pekalongan sudah sangat jauh menurun dengan gencarnya pelaksanaan tracing pengambilan sampel swab antigen di beberapa titik lokasi seperti di Monumen Juang 45, Masjid Pringlangu,dan sebagainya telah membuahkan hasil yang positif.

Ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 dan tabung oksigen di rumah sakit rujukan pasien Covid-19, saat ini sudah bisa teratasi. Hal ini menandakan bahwa upaya-upaya pengetatan selama PPKM ini dinilai berhasil.

Disampaikan Aaf, dalam perpanjangan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus mendatang, Pemerintah Kota Pekalongan memberikan sejumlah kelonggaran aktivitas kegiatan masyarakat, untuk bisa beroperasi kembali.

Pelonggaran itu di antaranya sektor makan dan minum di tempat umum, sektor pasar atau toko yang menjual kebutuhan non sehari-hari, dibatasi sampai pukul 20.00 WIB, dan yang menjual kebutuhan sehari-hari pukul 21.00.

Pemadaman lampu juga dilakukan pada pukul 21.00-04.00, demikian pula dengan penyekatan.

Lebih lanjut, sejumlah bantuan sosial dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI, Korpri Peduli, dan bantuan lainnya sudah mulai dibagikan kepada warga secara bertahap untuk meringankan beban mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19

“Alhamdulillah hasilnya sudah nampak dan menurun. Harapannya, jika para lurah ini bisa maksimal, dalam arti lurah, dibantu koordinasi dari RT, RW turun langsung membantu mengawasi dan mengakomodasi, supaya jika ada bantuan bisa tersalurkan tepat sasaran. Alhamdulillah juga banyak dari komunitas, organisasi dan instansi lainnya yang tergerak membantu sesama dan bisa saling berkoordinasi dengan Dinsos-P2KB agar bantuan ini tersalurkan secara merata. Yang lebih penting lagi, menjaga kondusivitas di tengah masyarakat selama diberlakukan PPKM agar tidak ada gesekan-gesekan dan gerakan provokasi di tengah masyarakat,” kata dia. (HS-08)

Share This

Bupati Fadia Minta PKK Sosialisasikan Program Pemerintah hingga Tingkat RT

Kesbangpol Kota Pekalongan Siapkan Upacara HUT Ke-76 Kemerdekaan RI