in

Kasus Covid-19 Melonjak, Klaten Berpotensi Zona Merah, Warga Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, merupakan salah satu protokol kesehatan yang harus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Protokol lainnya adalah mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi bepergian. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Klaten menyerukan agar semua pihak, terutama warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan protokol kesehatan, menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang mencapai 125 orang dalam sehari, Jumat (18/6) kemarin.

Jika tidak segera diambil langkah-langkah pencegahan, dikhawatirlan Kabupaten Klaten akan masuk dalam zona merah, akibat banyak warga yang terpapar penyakit tersebut.

Seruan itu disampaikan Tim ahli Satgas Percepatan Penanganan Covid 19, Ronny Roekmito, Sabtu (19/06), seperti dirilis Klatenkab.go.id.

“Memang sampai pekan ketiga Juni 2021 kasus covid 19 di Kabupaten Klaten masih zona orange. Tapi penambahan kasus nya terus mengkhawatirkan. Kalau masyarakat tidak waspada dengan mematuhi protokol kesehatan secara lebih ketat, tidak mungkin Klaten bisa masuk zona merah. Pemerintah tetap berusaha maksimal dengan upaya pengendalian, tetapi masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan sehingga semua berjalan seiring,” kata dia.

Menurut dia, kepatuhan terhadap protokol kesehatan, mutlak diperlukan agar tidak tertular atau menulari orang lain. Para warga yang masuk ketagori orang tanpa gejala (OTG), juga harus menjalani isolasi mandiri. Sebab jika dia berinteraksi dengan warga lain, maka bisa jadi akan terjadi penularan dan kasus postif Covid-19 kian melonjak.

“Di sini pentingnya satgas RT RW setempat. Kalau di wilayah nya ada pasien positif covid 19 yang melakukan isolasi mandiri, program Jogo tonggo harus dijalankan. Ini kepedulian bersama. Modal sosial dan kearifan lokal ini, juga harus dikembangkan. Saya kira ini kekuatan sosial yang perlu dikembangkan, di saat kondisi sulit seperti ini,” kata Ronny, yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten itu.

Berdasarkan rilis Satgas PP Covid 19 Klaten, Jumat (18/06) dalam sehari terdapat 125 kasus terkontaminasi positif Covid-19. Dengan kemunculan kasus ini, kumulatif yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Klaten menjadi 10.203 kasus.

Namun demikian dari jumlah itu, 8.765 dinyatakan sembuh. Adapun  pasien yang menjalani perawatan atau isolasi mandiri, masih berjumlah 791 orang dan 647 orang meninggal dunia.

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan Kecamatan Gantiwarno merupakan wilayah dengan jumlah pasien terbanyak, yakni mencapai 27 orang.

Selain Gantiwarno, penambahan kasus Covid-19 juga berasal dari Karanganom sebanyak 18 orang, Jogonalan 14 orang, Klaten Utara 10 orang, Jatinom 8 orang, Tulung 7 orang, Kemalang 5 orang, Klaten Selatan 5 orang, Bayat 4 orang, Juwiring 4 orang. Karangdowo 3 orang, Pedan 3 orang, Cawas 2 orang, Delanggu 2 orang, Klaten Tengah 2 orang, Prambanan 2 orang. Manisrenggo 2 orang, Ngawen 2 orang, Kalikotes 1 orang, Wedi 1 orang, dan Wonosari 1 orang.

Kasubag Humas dan Pemasaran Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, Agus Susanto, mengatakan bed occupancy rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur pasien Corona terus berkurang. Bahkan untuk RSI Klaten, 62 tempat tidur yang tersedia sudah penuh.

Sebanyak 62 tempat tidur tersebut sudah termasuk tambahan. Sebelumnya bangsal Namiroh digunakan untuk Covid-19, dan setelah kasus menurun, digunakan untuk umum. Tetapi kini ketika terjadi lonjakan kasus, tempat itu digunakan untuk pasien Covid-19 lagi. (HS-08)

Share This

Kabareskrim Polri Perintahkan Jajarannya Tindak Pinjaman Online Ilegal

Bhabinkamtibmas di Klaten Pantau Pasien OTG Covid-19 yang Isolasi Mandiri