in

Karyawan Dapat Kuota Vaksin, Pengelola Optimis Kondisi Mal Segera Pulih

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di salah satu mal di Kota Semarang, (24/8/2021).

 

HALO SEMARANG – Pengelola atau manajemen mal di Kota Semarang saat ini optimistis perekonomian akan segera pulih. Mengingat masyarakat yang telah tervaksin makin luas, dan yang sekarang ini beberapa mal dijadikan sentra vaksin untuk karyawan yang bekerja di tenan mal, security, cleaning servis, dan masyarakat umum.

Sentra vaksin yang digelar di mal Kota Semarang ini oleh Dinkes Kota Semarang dilaksanakan selama dua hari, mulai Selasa -Rabu (24-25 Agustus 2021). Rata-rata per harinya, di masing -masing mal diberikan kuota sekitar 500-600 dosis vaksin.

Seperti di Mal Ciputra Semarang, sedikitnya mendapatkan kuota vaksin untuk karyawan toko dan masyarakat umum ada 1000 dosis vaksin.

“Kuota untuk karyawan di toko dan umum ada 1.000 dosis vaksin. Dengan pembagian 500 dosis vaksin perharinya,” terang Aisa Jusmar, Public Relations Mal Ciputra Semarang, Rabu (25/8/2021).

Adapun tempat sentra vaksin di Ciputra sendiri berada di lantai satu mal. “Kalau untuk umum, mereka sudah mendaftar dulu lewat aplikasi Victori dinkes,” katanya.

Dia berharap, dengan makin banyaknya masyarakat dan karyawan mal yang sudah vaksin, bisa segera pulihkan perekonomian.

“Semoga pandemi cepat selesai, dan kondisi mal dapat berjalan normal kembali,” harapnya.

Meski, jumlah stok vaksin yang terbatas, dengan adanya sentra vaksin di mal disambut antusias oleh karyawan yang bekerja di mal dan masyarakat umum.

Hani salah satu pengunjung mal mengatakan, pemberlakuan pengunjung masuk mal harus wajib vaksin menurut dia sangat bagus. Namun karyawan tenant tidak boleh masuk mal karena belum divaksin, padahal mereka harus bekerja di dalam mal ini dinilai kurang pas.

“Tapi dengan difasilitasinya vaksin dari Dinkes untuk karyawan mal sekarang ini bisa membuat lega. Agar semuanya, baik itu karyawan dan masyarakat umum bisa memutus mata rantai penularan virus corona, khususnya yang ada di pusat perbelanjaan atau mal,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M Abdul Hakam menjelaskan, adanya aturan masuk mal sudah harus vaksin tersebut sebenarnya adalah salah satu bentuk usaha untuk selamat dan sehat. Sebelumnya, tempat usaha PKL dan restoran boleh buka dengan ketentuan melayani pelanggan sebanyak 30 persen dari okupansi dan jam makan yang dibatasi.

“Satu sisi orang masuk ke mal sehat harus dengan keadaan sehat. Kalaupun terpapar ataupun menular dan tertular sudah mengandung kekebalan karena sudah di vaksin,” imbuhnya.

Dari aturan tersebut, lanjut Hakam, yang diharapkan pemerintah agar penularan Covid-19 bisa ditekan ataupun mencegah penularan. Apalagi mal adalah tempat berkumpulnya orang dengan sistem ventilasi tertutup.(HS)

Share This

Beri Kemudahan, Pemkot Pekalongan Gunakan OSS-RBA dalam Proses Perizinan Berusaha

Tombo Gelo, Petani Gagal Panen Diberi Beras