Karanganyar Ekspor 2 Juta Permen Jahe ke Amerika Senilai Rp 1,5 miliar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam acara pelepasan ekspor perdana peremen jahe dari Karanganyar ke Amerika Serikat. (Foto : Karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta para pengusaha untuk berlomba-lomba mengekspor produknya ke berbagai negara di dunia.

Hal itu disampaikan Bupati Juliyatmono, dalam acara pelepasan ekspor perdana permen jahe produksi PT Indo Tropikal Group, dari Karanganyar ke Amerika Serikat.

Menurut Bupati, momentum ini menjadi semangat baru pebisnis dan usahawan di Kabupaten Karanganyar, untuk mengekspor produk mereka ke berbagai negara.

“Saya minta momentum ekspor permen jahe dari Karanganyar dijadikan spirit pengusaha yang lain, untuk ikut mengekspor produk ke berbagai negara. Pak Tony (owner PT Indo Tropikal Group) bisa  menjadi ujung tombak membuka pasar di Amerika Serikat. Kebutuhan apa saja, semua difasilitasi dan ini sesuatu yang keren,” kata Bupati Karanganyar.

Selain produk ini menjadi besar, pihaknya berharap bisa bermunculan eksportir lainnya dari Karanganyar. Bupati juga berharap bisa bekerja sama dengan petani jahe, sehingga semua bisa sejahtera.

“Momentum Covid 19 ini, orang Amerika memesan permen jahe dalam jumlah banyak. Orang Amerika menyakini, jahe dapat meningkatkan imun dan bisa terhindar dari Covid 19,” kata dia.

Sementara Tony Winata mengatakan ekspor perdana jahe ini sebanyak 2 juta permen dengan nilai Rp 1,5 miliar.

Rencana, dalam tahun 2021 ini sudah ditandatangani 7 kontainer ekspor permen jahe ke Amerika. Perusahaan yang sudah berdiri ini memang tidak serta merta mendapatkan kepercayaan publik Amerika, namun dari serangkaian percobaan akhirnya bisa diakui.

“Prosesnya kurang lebih sekitar dua tahun untuk mendapatkan kepercayaan orang Amerika. Hingga akhirnya diterima dan dikirim ke sana,” imbuhnya.

Tony mengatakan jahe berasal dari petani di Karangpandan. Saat ini, pihaknya sudah kerja sama dengan petani dengan luas lahan 6 hektar. Ke depan, direncanakan akan menjadi 20 hektare. Sistemnya  petani mempunyai lahan dan pekerja digaji. Untuk bibit dan standar pemupukan dari PT Indo Tropikal Group. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.