Karang Taruna Desa Ngampel Wetan, Kendal, Produksi Cairan Pembersih Tangan Berbahan Alami

Pengasuh pesantren Jabal Nur Kendal, KH Ali Nurudin saat bertemu dengan anggota Karang Taruna Wara Baksya di Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel, yang memproduksi cairan pembersih tangan dan pembersih perabotan berbahan alami dan ramah lingkungan.

 

HALO KENDAL – Kreativitas para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Wara Baksya di Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel, patut dicontoh.  Mereka memproduksi cairan pembersih tangan dan pembersih perabotan berbahan alami dan ramah lingkungan.

Ketua Karang Taruna Wara Baksya, Yudha Mamduh mengatakan, selama ini hasil produksinya telah digunakan oleh warga desa setempat dan masyarakat di lingkungan desa sekitar.

Dikatakan, cairan pembersih yang diproduksinya diolah dari bahan-bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan dan tentunya ramah untuk lingkungan.

Pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan untuk pengembangan usaha yang dikelola oleh anggota bekerja sama dengan ibu-ibu PKK.

Menurutnya, dukungan yang dimaksudkan berupa bantuan permodalan, pemasaran, dan dipermudah untuk perizinannya.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar kami bisa mengembangkan usaha ini. Baik itu bantuan permodalan, juga dipermudah pengurusan izin dan dibantu pemasarannya. Misalnya untuk penggunaan di lingkungan pemerintah dapat diprioritaskan produksi lokal. Sabun produksi kami ini insya-Allah aman dan ramah lingkungan,” terangnya.

Setelah melihat langsung dan mendengar upaya para anak muda itu, pengasuh pesantren Jabal Nur Kendal, KH Ali Nurudin mengaku mengapresiasi kreativitas pemuda di Desa Ngampel Wetan.

Dirinya berharap, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan dan pendampingan agar unit usaha yang dikelola para pemuda ini bisa berkembang.

“Saya salut atas kreativitas para pemuda Karang Taruna di sini. Usaha tersebut jika disupport dan diberikan pendampingan yang serius, akan bisa lebih berkembang lagi. Dengan makin berkembang, tentunya akan bisa menyerap tenaga kerja untuk membantu pemerintah mengurangi pengangguran,” terang Ustad Ali.

Pria yang bakal diusung PKB sebagai calon bupati Kendal pada Pilkada 2020 ini menegaskan, pemuda adalah aset dan sumber kreativitas, perlu diberikan ruang untuk bisa mengembangkan potensinya.

“Insya-Allah jika saya diberikan amanah untuk memimpin Kendal, saya akan rangkul para pemuda untuk membangun daerah. Para pemuda tidak perlu merantau ke luar daerah, saya akan ajak mereka untuk berkarya dan berkontribusi untuk bersama-sama memajukan daerah kita tercinta ini,” pungkasnya.

Selain berdialog dengan pemuda Karang Taruna di Desa Ngampel Wetan, Ustad Ali juga menyempatkan diri mengunjungi kelompok pemuda di Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel.

Kunjungan ini untuk menjaring dan menyerap aspirasi dari kelompok pemuda untuk dilibatkan dalam pembangunan daerah ke depan jika dia berhasil melenggang mulus di Pilkada Kendal 2020.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.