in

Kapolri Sebut Sinergitas TNI dan Polri Jadi Kunci Sukses Pengamanan KTT ASEAN

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, memberikan keterangan mengenai pengamanan KTT ASEAN di Labuan Bajo (Foto: Humas Polri / Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menekankan pentingnya soliditas dan sinergitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), karena ini menjadi kunci sukses pengamanan KTT ASEAN.

Hal itu disampaikan  Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dalam apel gelar pasukan Pengamanan KTT Asean ke-42 di SMAK St Ig Loyola Manggarai Barat.

“Pengamanan telah disiapkan mulai dari kedatangan, akomodasi, event-event yang tentunya telah disiapkan pengamanannya, ada beberapa event utama dan event tambahan semua harus berjalan aman dan lancar,” kata Kapolri, Sabtu (6/5/23), seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengatakan bahwa soliditas dan sinergitas seluruh petugas pengamanan menjadi kunci dalam menyukseskan pengamanan KTT ASEAN ke-42.

“Ini menjadi kesepakatan TNI-Polri untuk solid, sinergi dan siap melaksanakan pengamanan KTT ASEAN ke-42 ini,” ungkap Kapolri.

Agenda

Sementara itu Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, membeberkan sederet agenda, sebelum dan saat konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, yang akan berlangsung pada 10-11 Mei mendatang.

Namun, ada sejumlah kegiatan yang digelar sebelum pertemuan puncak tersebut.

“Pada 8 Mei 2023 Pertemuan CPR (para Dubes/Watap ASEAN) plus Senior Officials Meeting, 9 Mei 2023 Pertemuan Menlu, 10 dan 11 Mei KTT ASEAN ke-42,” kata Retno, dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (5/5/23).

Sebelum rangkaian tersebut, Retno mengatakan terdapat pula pertemuan di tiga pilar utama ASEAN, yaitu ASEAN Political-Security Community (APS), ASEAN Economic Community (AEC), dan ASEAN Socio Cultural Community (ASCC).

Dalam kesempatan itu, Retno juga mengatakan saat KTT akan ada delapan pertemuan, dan tujuh di antaranya dipimpin Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Pada 10 Mei, terdapat 5 pertemuan yakni KTT dalam bentuk Pleno, Interface dengan AIPA (Parlemen), Interface dengan Youth, Interface dengan ABAC (Bisnis), dan Interface dengan HLTF (High-Level Task Force).

Pada hari kedua atau 11 Mei akan ada 3 pertemuan, di antaranya KTT dalam bentuk Retreat dan dua pertemuan subregional.

Dua pertemuan subregional itu adalah Indonesia-Malaysia-Thailand Segitiga Pertumbuhan (IMT GT) yang akan dihadiri ketiga negara, serta Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth (BIMP-EAGA) yang akan dipimpin Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Selain KTT di 10-11 Mei, pada paruh kedua 9 Mei, Jokowi juga akan melakukan pertemuan bilateral.

“Sejauh ini yang sudah ada di program/schedule kita adalah pertemuan dengan Vietnam, Laos, Timor Leste, dan Malaysia,” jelas Retno.

Sementara itu, Retno mengungkapkan di tingkat Menlu, pada 9 Mei akan ada pertemuan Menteri Luar Negeri.

Pertemuan ini bakal didahului dengan Working dinner pada 8 Mei 2023 malam. Dalam jumpa pers ini, penyelenggaraan KTT ASEAN bisa berjalan dengan lancar.

“Bismillah, mudah-mudahan Allah memberi kemudahan sehingga KTT ke-42 ASEAN berjalan lancar dan mendatangkan manfaat bagi rakyat ASEAN,” terang Retro.

Tahun ini, Indonesia menjadi ketua ASEAN. Pada KTT kali ini, RI mengusung tema ASEAN Matters: epicentrum of growth.

Dalam setahun, KTT ASEAN akan berlangsung dua kali. KTT ke-42 akan diselenggarakan di Labuan Bajo, NTT, pada 10-11 Mei 2023.

Sementara pertemuan puncak ke-43 bakal digelar di Jakarta pada 5-7 September 2023. (HS-08)

Tutup Usia, Pejuang Terakhir Pertempuran Lima Hari di Semarang Dimakamkan di Makam Pahlawan

Warga Kabupaten Semarang Dapat Undian Umrah dari Bukber di Hotel Aruss