in

Kapolri Pastikan Pengamanan Papua Menjelang Lebaran 2023

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto : Div Humas Polri / tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG  –  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyatakan operasi pengamanan di Papua dilakukan beberapa satuan tugas (satgas).

Sebab selain operasi pembebasan Pilot Susi Air yang masih berjalan, operasi pengamanan Lebaran 2023 juga diberlakukan.

Hal itu disampaikan Kapolri, setelah rapat koordinasi lintas sektoral persiapan mudik Lebaran 2023 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

“Mungkin saya menjawabnya tadi terkait dengan masalah keamanan di wilayah Papua. Saat ini terus melanjutkan kegiatan operasi yang sudah dilaksanakan, karena memang kita telah menurunkan tim operasi Damai Cartenz, kemudian Aman Nusa yang di dalamnya terdiri dari TNI-Polri,” kata Kapolri, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.

Menurut Kapolri, terkait dengan Operasi Damai Cartenz, saat ini tengah difokuskan untuk melakukan penegakan hukum dan pencarian terhadap sandera.

“Tentunya terkait dengan wilayah Papua yang saat ini sedang meningkat, kami dan Panglima terus melakukan langkah-langkah dan upaya baik kegiatan yang bersifat hard aproach maupun kegiatan yang soft aproach, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” kata Kapolri.

Kapolri menambahkan, pihaknya bersama TNI juga tengah mempersiapkan pengamanan persiapan pembentukan daerah otoritas baru (DOB). Pasalnya pada 2024 DOB di Papua harus sudah berdiri.

Penangkapan KKB

Sementara itu Satgas Damai Cartenz 2023, juga menangkap seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua bernama Yomison Murib.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz 2023, Kombes Pol Faizal Ramadhani, menjelaskan penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat, terkait keberadaan salah satu anggota KKB.

Dari informasi itu, Satgas Damai Cartenz yang terdiri atas unsur TNI dan Polri, langsung melakukan penangkapan.

“Untuk saat ini yang bersangkutan telah diamankan di Polres Puncak untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,”  kata Faizal Ramadhani.

Dia menjelaskan, Yomison Murib, alias Biasa, memiliki daftar panjang terkait aksi teror yang dilakukan.

Dia juga merupakan kaki tangan pimpinan KKB, Numbuk Telenggen dan Pilanus Walker.

Beberapa aksi kriminal pernah dilakukan Yomison Murib, termasuk penembakan tukang ojek dan pembakaran tower BTS.

Yomison terlibat aksi penembakan tukang ojek, atas nama Udin hingga korban meninggal dunia, di Kampung Eromaga, Distrik Omikia, Kabupaten Puncak, Papua. pada 14 April 2021.

Yomison juga melakukan pembakaran tower BTS, pada 3 Januari 2021 dan Pembakaran helicopter UP MI815 milik PT Ersa, di Bandara Aminggaru, pada 11 April 2021.

Tersangka juga terlibat penembakan terhadap anggota Satgas Nemangkawi di Kampung Olenki pada 27 April 2021. (HS-08)

Layani Pemudik, Pemerintah Sediakan 9.000 Toilet di 127 Rest Area Jalan Tol

Jumlah Kunjungan ke Destinasi Wisata Selama Libur Lebaran 2023 Diproyeksikan Tumbuh 25 Persen