Kapolda Jateng: Tindak Tegas Pelaku Anarkisme Dan Intoleran

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat jumpa pers di Polda Jateng, Jumat (26/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi akan menindak tegas pelaku anarkisme dan perilaku intoleran di wilayah hukumnya.

Hal itu menanggapi terkait adanya kejadian perusakan warung oleh kelompok orang yang diduga dari oorganisasi laskar di Solo.

Beberapa orang itu, diduga telah melakukan tindakan anarkisme dan penganiayaan di Kampung Mutihan, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan Kota Surakarta, pada Minggu (14/02/2021) pukul 13.00 WIB.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan, kejadian ini bermula saat sekitar 14 orang dengan mengendarai sepeda motor, plat nomor ditutup lakban, menggunakan penutup kepala dan membawa senjata tajam dan tongkat pemukul (button stick) telah mendatangi warung milik Sumadi di Kampung Mutihan.

Sekelompok orang tersebut kemudian mengintimidasi dan mengambil uang milik korban Rp 400.000, dan merusak satu alat musik yang ada di sana.

Kemudian, lanjut Kapolda, para pelaku tersebut juga mendatangi warung lainya dan melakukan intimidasi.

“Hasil investigasi scientific kepolisian yang kita punya berhasil kita ungkap dari 14 pelaku 6 pelaku sudah diamankan. Sisanya masih dalam pencarian, dan pelaku sudah diketahui nama-namanya,” terang Kapolda.

Enam pelaku kini telah diamankan Polresta Surakarta, masing-masing bernama Agus Jatmiko Alias Agus Pitik (39), Hoho Saputro (26), Ajisetya Amirul (22), Yunianto (20), Fajar Nugroho (20), dan Yhumas Reno (26).

Sedangkan pelaku lain yang kini statusnya DPO yaitu DM, QM, RO, HA,  dan empat orang belum diketahui identitasnya.

“Perintah saya satu, kita harus tuntaskan aksi premanisme apalagi intoleransi yang menjurus pada radikalisme di wilayah Jawa Tengah,” tegas Kapolda.

Sebelumnya sekelompok orang yang diduga dari kelompok yang sama juga telah melakukan kekerasan terhadap orang dan pengrusakan barang, pada Kamis (11/02/2021), di sebuah Pos Kamling di wilayah Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

Pelaku melakukan pengancaman menggunakan pedang pada warga yang ada di pos kamling.

Tiga pelaku berhasil ditangkap bernama Sigit Zakariya alias Bendot (25), Desning Wong alias Miwon (29) dan Teguh Pidekso alias Bangkok (39). Sementara dua pelaku lain masih berstatus pencarian, yaitu VG dan KZ.

Tersangka dapat diancam dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, di antaranya Pasal 170 ayat (1) dan (2), dan /atau Pasal 351 ayat (1), dan/atau Pasal 363 ayat (1) ke-4, dan/atau Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP, dan/atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.