Kapolda Jateng Nilai Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di Depan DPRD Bisa Jadi Rolemodel

Kapolda Jateng saat menemui peserta unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, di depan DPRD Jateng Jl Pahlawan Semarang. (Foto : tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi menilai unjuk rasa yang tertib dan tidak anarkistis di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, Senin (12/10) bisa menjadi rolemodel bagi daerah lain.

“Aksi demo buruh hari ini (kemarin-Red) di DPRD Provinsi Jawa Tengah bisa menjadi rolemodel bagi wilayah lain. Aksi demo dilaksanakan dengan tertib dan polisi jamin keamanannya.” terang Kapolda, seperti diberitakan tribratanews.polri.go.id, Selasa (13/10).

Polda Jawa Tengah, untuk sementara waktu sebenarnya melarang aksi unjuk rasa dan kegiatan apapun yang bersifat menimbulkan kerumunan.

Hal ini karena Indonesia saat ini masih berada dalam masa pandemi Covid-19, sehingga masyarakat perlu dilindungi agar tidak makin banyak yang terpapar Covid-19.

Tetapi karena masyarakat tetap berunjuk rasa, kepolisian juga tetap mengamankan. Dengan begitu demonstrasi dapat berlangsung tertib dan tidak anarkhistis.

Pengamanan dilakukan, juga agar tidak ada yang melakukan perusakan, termasuk pada fasilitas umum, seperti taman, lampu jalan, dan sebagainya.

Unjuk rasa buruh di depan DPRD Jateng Jl Pahlawan, Senin (12/10) berjalan aman, tertib dan damai. Bahkan aparat dan pendemo saling berbagi bunga dan minuman.

Menurut Kabidhumas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, tak ada aksi anarkistis dalam aksi tersebut. “Kami apresiasi acung jempol. Polisi dan pendemo saling memberi bunga dan air minum.” terang Iskandar. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.