Kampus Memungkinkan Melaksanakan KBM Tatap Muka

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menerima Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, di ruang rapat lantai 2, Kantor Pemprov Jateng, Rabu (3/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) memungkinkan hanya untuk perguruan tinggi. Menurutnya jika diselenggarakan KBM, wajib dengan syarat sudah divaksin semua.

“Yang memungkinkan untuk belajar tatap muka itu perguruan tinggi. Kalau nanti guru dan dosen sudah divaksin, kemudian mahasiswa, karena mahasiswa usianya sudah diatas 18 tahun. Kalau mereka sudah divaksin semua silakan tatap muka, tinggal diatur kapasitas dan lainnya,” kata Ganjar di Kantornya, Rabu (3/2/2021).

Ganjar meminta untuk mengantisipasi adanya persebaran Covid-19 pada dunia pendidikan. Berdasarkan pengalaman, lanjut Ganjar, sebelumnya terjadi penularan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jateng.

“Hati-hati loh, pengalaman kemarin di SMK Jateng itu semua tertular,” imbuhnya.

Meskipun memungkinkan untuk melaksanakan KBM, dirinya berharap harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Karena sebelumnya, sudah terjadi penularan Covid-19 di dunia pendidikan. Hal itu yang mendasari Ganjar, tidak mengizinkan sekolah untuk melakukan KBM.

“Kalau di bawah perguruan tinggi nanti dulu. Saya sudah menyiapkan, saya sudah sampaikan konteks itu harus hati-hati,” ujar Ganjar.

Ganjar menekankan, tidak hanya berdasar pada prokes yang harus diperhatikan. Pelaksanaan KBM tatap muka diminta sangat hati-hati.

Sebelumnya, wacana memulai proses KBM tatap muka di sekolah maupun kampus disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dapat diselenggarakan pada tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.