Kampung Terendam, Warga Trimulyo Masih Bertahan di Pengungsian

Warga Kelurahan Trimulyo masih mengungsi di Masjid Baitul Mannan, Kecamatan Genuk, Kamis (11/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Belum surutnya banjir yang melanda Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk sejak beberapa hari lalu, membuat para warga masih bertahan di pengungsian.

Banjir terparah memang terjadi pada pekan lalu dengan ketinggian sedada orang dewasa, dan mengakibatkan rumah terendam air.

Namun hingga kini, air belum juga surut dan masih merendam perkampungan mereka.

Para warga mengungsi dengan membawa barang-barang yang sekira perlu untuk bertahan hidup.

Kemudian para warga mengungsi di tempat tinggi seperti, masjid di daerah tersebut yang tidak terendam air.

Dendy (21) warga Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk yang mengungsi di Masjid Baitul Mannan mengaku rumahnya terendam banjir dan air memporak porandakan isi rumah.

Dendy mengatakan, saat ini dirinya dan para warga lain masih bertahan di pengungsian sejak Minggu lalu (7/2/2021).

“Kelurahan Trimulyo semuanya banjir, tapi sudah mulai surut namun belum bisa dilintasi kendaraan darat,” ucap Dendy.

Dia menambahkan, sudah ada bantuan dari pemerintah berupa bahan makanan dan obat-obatan yang telah diberikan kepada seluruh warga.

Sementara itu Bagas (23) Relawan Karang Taruna Kelurahan Trimulyo menjelaskan, para lanjut usia (lansia) sudah dievakuasi ke rumah sanak sodara yang tidak terkena banjir.

Dia mengatakan, proses evakuasi menggunakan perahu kayu milik warga yang sebelumnya menggunakan perahu karet dari BPBD dan Polda Jateng.

“Saya pakai perahu milik om saya mas, karena untuk melaut tidak memungkinkan kondisinya. Kemudian saya bawa ke kampung untuk evakuasi warga,” kata Bagas.

Bagas juga menambahkan, listrik sempat padam sejak Selasa malam sampai Rabu sore. Kemudian dia melaporkan pemadaman ini ke pihak PLN.

“Karena kalau listrik sini padam, warga akan krisis air bersih, soalnya artetis (salah sumber satu air bersih di sana-red) butuh tenaga listrik buat menyalakan,” jelas Bagas.

Bagas juga menambahkan, organisasi luar seperti Banser, Pemuda Pancasila, ACT, Karang Taruna Kota Semarang, dan organisasi lain ikut serta membantu korban banjir di Kelurahan Trimulyo.

“Banyak bantuan dari luar juga, makanan dan kebutuhan warga lainya,” kata Bagas.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.