“Kamandaru”, Upaya Manfaatkan Peran Pramuka di Masa Pandemi

Ketua Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jateng, Atikoh Ganjar Pranowo saat membuka ajang Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Scout Challenge Kwartir Daerah Jawa Tengah melalui program virtual, Sabtu (22/8/2020).

 

HALO SEMARANG – Ketua Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jateng, Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengapresiasi kreativitas pramuka pada ajang Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Scout Challenge Kwartir Daerah Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2020).

Menurutnya masa pandemi seperti sekarang, bukan berarti pramuka boleh berleha-leha.

Justru masa ini mereka dituntut cepat menyesuaikan diri, tidak mudah putus asa, bahagia, dan bermanfaat untuk orang banyak.

“Dalam situasi sekarang banyak pelajar yang mengeluh, bosan kegiatan seperti ini saja. Nah, SWBB ini memberikan jawaban, kita survive, kita tetap bahagia, kita tetap bermanfaat untuk masyarakat banyak,” ujarnya, saat membuka SWBB Scout Challenge, melalui aplikasi Zoom, dari Rumah Dinas Gubernur (Puri Gedeh), Sabtu (22/8/2020).

Ajang Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Scout Challenge Kwartir Daerah Jawa Tengah ini bertajuk Kamandaru, yakni Pramuka Mandiri dari Rumah.

Mereka berupaya menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mulai dari video mendongeng, vlog, iklan layanan masyarakat, dan membuat film pendek pramuka dari rumah.

Ada pula cerdas cermat kepramukaan daring, inovasi kewirausahaan pramuka, cerpen kolaboratif, dan tari tradisional kolaboratif.

Atikoh menambahkan, pandemi Covid-19 merupakan tantangan, di mana pada masa adaptasi kenormalan baru, semua dituntut survive. Termasuk para generasi muda.

Bahkan bisa dikatakan masa pandemi merupakan kesempatan emas untuk menambah keterampilan dan pengalaman, sekaligus menimba ilmu dan teknologi.

Sebab, banyak aktivitas yang bisa dilakukan melalui daring, seperti zoom dan medsos, untuk berkegiatan.

Mengingat kegiatan silaturahmi, kemah, gathering, diminta untuk dihindari demi mencegah penularan Covid-19.

“Ini pelajaran kecakapan hidup. Juga mendukung kegiatan pemerintah untuk tetap di rumah. Tidak usah pergi-pergi, keluar rumah hanya untuk hal yang sangat penting, dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Atikoh menambahkan, mereka juga mesti bisa memberi semangat, memotivasi orang lain, memberikan energi positif pada lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara. Praktikkan semua yang pernah diperoleh di sekolah, pangkalan pramuka, dan sebagainya.

Dia juga meminta agar pramuka terus mengedukasi masyarakat. Jika pandemi belum berakhir, pramuka bisa ikut sosialisasi ke warga agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Itulah yang menunjukkan kita adalah pramuka sejati. Karena pramuka itu tidak mengenal putus asa dan selalu mandiri. Pramuka itu selalu berinovasi,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.