Kakanwil Kemenag Jateng, PRIMA DMI Jateng dan RISMA JT Launching Gerakan Moderasi Beragama di Masjid 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad (Kanan) yang dipandu oleh Ketua PRIMA DMI Jawa Tengah Ahsan Fauzi saat acara launching gerakan moderasi beragama di lingkungan masjid bagi remaja masjid se-Jateng, baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad bersama Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Jawa Tengah, Ahsan Fauzi dan Pimpinan Ketiga Remaja Masjid Agung Semarang/Jawa Tengah, yakni Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT), Ikatan Pemuda dan Remaja Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah (IKAMABA), serta Ikatan Remaja Masjid Agung Semarang (KARISMA) Kauman melaunching gerakan moderasi beragama di lingkungan masjid bagi remaja masjid se-Jateng.

Dalam acara itu, sekaligus digelar diskusi atau Ngobrol Online Perkara Islami (Ngopi) episode ke-23 dengan tema “Moderasi beragama bagi generasi milenial di era revolusi industri 4.0” di Aula MAJT dan live MAJT TV dan Radio DAIS 107.9 FM.

Launching gerakan moderasi beragama untuk kaum milineal tersebut ditandai dengan penyerahan bendera sang saka merah putih dari Kepala Kakanwil Kemenag Jateng, Musta’in Ahmad diberikan kepada Ketua RISMA JT, Adip Chusnul Ma’arif bersama perwakilan remaja masjid sebagai bukti simbol pesan estafet kepemimpinan dan menumbuhkan semangat patriotisme untuk kaum milineal.

Musta’in Ahmad menuturkan, remaja harus memiliki wawasan ke-Islaman yang luas dan wawasan kebangsaan yang tangguh. Menurutnya kedua hal tersebut harus berjalan beriringan, karena wawasan kebangsaan saja tanpa wawasan keagamaan yang kuat tidak akan maju.

Dengan wawasan agama saja tanpa dilandasi wawasan kebangsaan yang kuat, bisa jadi justru ada kendala atau muncul persoalan baru.

Bisa pertikaian yang disebabkan pemahaman keagamaan tidak pas.

“Kebhinekaan, kemajemukan adalah anugerah dari Allah SWT yang sejak awal kita terima. Maka, kita harus menghargai setiap perbedaan,” katanya, Senin (22/2/2021).

Mantan Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta itu juga memaparkan tentang pentingnya kebhinekaan, dulu penduduk Yasrib yang berbhineka kedatangan Nabi Muhammad SAW, dengan membawa suasana ke-Islaman yang baik sehingga diterima. Dari yang berbeda-beda tersebut hatinya terpaut menjadi satu.

Hal tersebut, kata dia, yang ditiru oleh para pendahulu bangsa Indonesia. Mereka yang datang dari berbagai suku, Aceh yang berbeda Medan, Sumatera yang berbeda dengan Kalimatan, Sulawesi, Padang, Ambon dan Jawa bersatu.

Ke dalam ke-Indonesian atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan Islam Rahmatal lil Aalamin atau Islam membawa rahmat semua alam.

Ketua Umum PW PRIMA DMI Jateng, Ahsan Fauzi bersama pengurus dan perwakilan ketiga remaja Masjid Agung Jateng dan Semarang siap menggelorakan dan menyemaikan moderasi beragama di masjid dan musala di Jawa Tengah.

“Moderasi beragama harus ditanamkan sejak dini. Kita bertekad dan berkomitmen masjid harus menjadi episentrum gerakan moderasi beragama,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus meneruskan gerakan ini ke kabupaten/kota Se-Jawa Tengah.

“Jika kita (PW PRIMA DMI Jateng bersama tiga remaja Masjid Agung Jateng, red) sudah sepakat dan bergerak dengan Pak Kakanwil. Harapannya PD PRIMA DMI kabupaten/kota bersama Remaja Masjid Agung setempat bisa bergerak bersama dengan Kepala Kemenag Kota/Kabupaten setempat,” harapnya yang juga Pengurus Bidang Remaja PP MAJT ini.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.