KAI Daop 4 Semarang Tutup 158 Perlintasan Sebidang Liar

Sosialisasi keamanan di perlintasan sebidang yang ada di Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Hingga awal Oktober 2020, PT KAI Daop 4 Semarang telah menutup atau mematok 159 perlintasan sebidang liar di wilayahnya, sebagai upaya meminimalisasi potensi kecelakaan.

Manajer Humas PT KAI Daop4 Semarang Krisbiyantoro menyatakan, di wilayah Daop 4 Semarang, terdapat 578 perlintasan sebidang resmi, 207 perlintasan tidak dijaga dan 66 perlintasan liar.

Menurutnya, hingga tahun 2020, sampai awal Oktober, KAI Daop 4 Semarang sudah menutup 159 perlintasan sebidang liar.

“Sedangkan 116 perlintasan sebidang sudah dijaga, baik dari petugas KAI, Pemda atupun swasta, dan juga 30 perlintasan sudah berwujud fly over dan underpass,” ujarnya di Semarang, Selasa (13/10/2020).

Langkah tersebut, lanjutnya, sebagai upaya normalisasi jalur KA dan peningkatan keselamatan perjalanan KA.

“Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar keselamatan di perlintasan sebidang kereta api dapat tercipta,” katanya.

Krisbiyantoro menambahkan, KAI bersama pemerintah terus bersinergi untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang melalui berbagai upaya.

“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, operator, dan pengguna jalan memiliki peran masing-masing yang sama pentingnya,” tuturnya.

Menurutnya, terdapat tiga unsur untuk menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang, yaitu dari sisi infrastruktur, penegakan hukum, dan budaya.

Di sisi infrastruktur, evaluasi perlintasan sebidang harus dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan KAI dan pihak terkait lainnya secara berkala.

Berdasarkan hasil evaluasi tesebut, perlintasan sebidang dapat dibuat tidak sebidang, ditutup, ataupun ditingkatkan keselamatannya.

Perlintasan sebidang seharusnya dibuat tidak sebidang yaitu menjadi flyover dan underpass untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan.

Sementara di sisi penegakan hukum, dibutuhkan penindakan bagi setiap pelanggar agar menimbulkan efek jera dan meningkatkan kedisiplinan para pengguna jalan.

“KAI rutin menjalin komunikasi dengan kepolisian setempat agar penegakan hukum diterapkan secara konsisten,” ujarnya.

Adapun di sisi budaya, perlu ada kesadaran dari setiap pengguna jalan untuk mematuhi seluruh rambu-rambu dan isyarat yang ada saat melalui perlintasan sebidang.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.