Kadisdikbud Kendal: Awasi Pergaulan Anak Di Luar Sekolah Dan Gadget

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi.

 

HALO KENDAL – Terkadang pertemanan yang salah akan menyeret dan memengaruhi anak ke dalam hal-hal buruk. Peran orang tua di luar sekolah sangat penting untuk mengawasi dan mengetahui pergaulan anak-anaknya.

Aksi sejumlah pelajar SMP di Kendal yang hendak melakukan tawuran di Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Selasa (6/10/2020).

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan, semua pihak dalam ekosistem pendidikan, baik pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan, kegiatan, dan pergaulan anak-anak.

Menurutnya, keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak-anak.

“Termasuk saat ini adalah peranan untuk mengawasi media sosial dan telepon seluler anak-anak. Sehingga harapannya teknologi dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran dan pengetahuan,” jelasnya.

Menanggapi kasus tawuran pelajar sejumlah sekolah, pihaknya bersama kepolisian dan masyarakat berkomitmen untuk mengurai lebih jauh, atas simpul-simpul atau kelompok yang selama ini memprovokasi untuk kegiatan negatif.

“Peran sekolah dalam masalah ini untuk terus berupaya melaksanakan pelayanan pendidikan pada masa pandemi ini. Kreativitas dan inovasi harus bermunculan, termasuk kami dorong mengantisipasi dampak atau diseminasinya,” kata wahyu.

Peran orang tua menjadi penting, tidak hanya saat kondisi pandemi, namun juga kondisi normal. Karena peran orang tua dalam pendidikan anak harus jelas dan tegas, bahwa mereka adalah pendidik yang utama dan pertama.

“Tugas orang tua penting, karena merekalah yang memberikan pengajaran dan pendidikan. Di samping itu merekalah yang memiliki tanggung jawab, kewajiban dan kuasa untuk menjadikan anak seperti apa,” terang Wahyu.

Dikatakan, sejak tahun kemarin, pihaknya selalu melakukan penguatan pendidikan karakter bekerja sama dengan TNI, kepolisian, Kejari, pramuka dan BNNK, ataupun dengan memberikan materi religi.

“Di masa pandemi saat ini pun, materi penguatan pendidikan karakter kami minta untuk tetap diajarkan meski melalui jarak jauh,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya meminta sekolah untuk melaksanakan pengawasan dan pemantauan atas potensi anak, termasuk informasi dari masyarakat.

“Kami berharap peran serta orang tua dalam pengawasan, baik perilaku, pergaulan, penggunaan media sosial maupun gadget. Di samping itu juga partisipasi masyarakat dalam pengawasan perilaku dan pergaulan anak di luar sekolah,” pungkas Wahyu. (HS).

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.