Kades Nolokerto Latih Warganya Dengan Keterampilan Anyaman

Warga Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu yang antusias mengikuti pelatihan penganyaman mebel, di Balai Desa Nolokerto, Minggu (21/2/2021).

 

HALO KENDAL – Dampak pandemi Covid-19 berbengaruh besar pada ekonomi masyarakat.

Kenyataan ini, yang membuat Kades Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu Kendal, Nurfatoni mengambil inisiatif membantu warganya, untuk memiliki keterampilan yang bisa menghasilkan.

Dengan melibatkan salah satu perusahaan yang ada di desanya dan bergerak di bidang mebeler, pihak kelurahan melatih warganya dengan keterampilan anyaman.

Akhirnya sebagian warga saat ini sudah memiliki bekal keterampilan menganyam hingga bisa mengerjakan pekerjaan yang berasal dari industri mebel khusus rotan.

“Yang dibutuhkan adalah tenaga pengayam, untuk pengerjaan pembuatan produk mebel, seperti sofa, meja, kursi, tak buku dan lain-lain,” kata Nurfatoni saat dijumpai sedang menemani 30 warga yang sedang pelatihan menganyam di Balai Desa Nolokerto, Minggu (21/2/2021).

Menurutnya, PT INIZIO penghasil mebel rotan yang ada di desanya sudah memiliki jaringan pasar sampai keluar negeri. Dan untuk menghasilkan produk yang berkualitas, dibutuhkan tenaga yang memiliki keterampilan khusus, termasuk menganyam.

Dikatakan, kegiatan ini sudah dimulai awal Januari 2021, dengan mengusulkan 100 orang warga Nolokerto untuk mengikuti pelatihan mengayam. Namun saat ini baru 30 orang yang bisa ikut pelatihan.

“Yang dilatih mengayam bisa langsung menghasilkan jenis produk yang mendapatkan penghasilan. Mereka ini ada yang mendapatkan pendapatan dari Rp 50 ribu hingga Rp 125 ribu per harinya. Dan besar kecilnya hasil sangat bergantung dengan jenis produk dan faktor kesulitannya,” ungkapnya.

Selain pelatihan menganyam, Nurfatoni juga menyiapkan tempat khusus untuk kegiatan produksi dan pelatihan.

“Kegiatan ini harus terus berlanjut untuk membantu warga yang membutuhkan pekerjaan dan yang menganggur akibat terkena PHK dampak dari Covid-19. Karena untuk seterusnya, tidak selalu bisa menggunakan balai desa guna pelatihan dan produksi ini. Harus ada tempat khusus,” imbuh Nurfatoni.

Ke depan, pihaknya juga akan menggandeng Pemkab Kendal guna penyediaan anggaran pelatihan dan tempat. Dan dimungkinkan, warga di luar wilayah Nolokerto juga bisa mengikuti pelatihan ini.

“Kami sudah menjalin kerja sama dengan PT INIZIO untuk menjadi pemasok tenaga anyam dan pengerjaan produksi mebel rotan di luar pabrik. Jadi misal dari warga kami sudah tidak ada yang mau dilatih menganyam, kami tetap akan menyelenggarakan pelatihan dengan mengambil orang luar desa,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.