in

Kades di Kudus Diminta Bantu Pendistribusian Minyak Goreng

Foto : Jatengprov.go.id

 

HALO KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo meminta semua kepala desa di wilayahnya, untuk ikut membantu proses pendistribusian minyak goreng kepada warganya. Hal ini agar semua warga dapat memperoleh barang tersebut.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng, pihaknya mempunyai kebijakan, dengan mendistribusikan 50 persen ke pasar dan 50 persen lainnya ke desa-desa.

Menurutnya, kebijakan tersebut dinilai efektif, dalam mencegah ketidakmerataan stok di pasaran, serta meminimalisasi monopoli dari pedagang. Karena itu peran kepala desa sangat penting dalam membantu pendistribusian minyak goreng di desanya.

“Harganya telah ditetapkan Pemerintah Pusat dan berlaku skala nasional. Oleh karena itu, saya mohon bantuan dari para kades agar dapat membantu, mulai dari pengkoordinasian pembayaran hingga mendistribusikan ke tingkat RT. Tujuannya, agar semua masyarakat dapat mendapatkan,” kata bupati, belum lama ini seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Bupati menegaskan, pendistribusian minyak goreng ke desa-desa akan dilakukan secara berkala.

“Pendistribusian kemarin kita lakukan sebanyak 1,4 ton untuk 10 desa. Akan kita kumpulkan lagi sekitar satu sampai dua hari untuk pendistribusian berikutnya. Dengan begitu, semoga kelangkaan minyak dapat segera teratasi,” kata dia.

Kepala Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Supardiono, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kudus atas perhatian dan bantuannya.

“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan Pemkab Kudus melalui Dinas Perdagangan dalam rangka mendistribusikan minyak goreng yang langka ke desa kami. Ini sangat membantu warga kami,” ucapnya.

Disampaikan, Desa Kutuk mendapat jatah pendistribusian minyak goreng sebanyak 2.760 liter, yang akan dibagikan ke tiap RW.

“Per RW, memiliki sekitar 500 KK, setiap KK mendapatkan jatah 1 liter. Berarti setiap RW mendapat jatah 500 liter minyak goreng,” jelasnya.

Sebelumnya, lanjut Supardiono, harga minyak goreng di sini mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per liter.

“Namun, setelah ada operasi pasar murah dari Dinas Perdagangan, akan kita jual 14 ribu rupiah per liter,” kata dia. (HS-08)

Diskominfo Grobogan Gelar Bimtek SPBE

PD Pemuda Muhammadiyah Jepara Bakal Gelar Liga Hizbul Wathan se-Eks Karisedanan Pati