in

Kabareskrim Polri: Tindak Tegas Penyebar Hoax Penghambat Penanganan Covid-19

Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH. (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH memberikan instruksi kepada seluruh jajarannya, untuk menindak tegas pembuat dan penyebar informasi bohong atau hoax, yang menghambat upaya penanganan Covid-19.

Selain itu, Jenderal Bintang Tiga itu, juga meminta seluruh jajarannya mengawal dan menangani penyerapan belanja modal, mulai dari di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

“Jika pelanggaran person to person terapkan Restorative Justice (RJ) dan SE Kapolri. Tetapi jika yang berkaitan mengganggu upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19, ini tindak tegas. Jangan sampai masyarakat bingung dengan banyaknya berita bohong yang berkembang di masyarakat,” kata Kabareskrim Polri, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Sementara itu seperti dirilis laman Covid19.go.id, sejumlah hoax masih bertebaran di dunia maya, termasuk melalui media sosial. Beberapa hoax tersebut, terindikasi dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19.

Salah satu kabar hoax tersebut, menyatakan bahwa ahli virologi dan peraih hadiah Nobel bidang Kedokteran dan Fisiologi asal Prancis, Luc Montagnier mengabarkan bahwa semua orang yang divaksinasi akan meninggal dalam dua tahun.

Ternyata setelah ditelusur dan dichek, tidak ada penyataan semacam itu dari Luc Montagnier.

Dari berbagai fakta di atas, pesan yang disebarkan melalui WhatsApp itu dikategorikan sebagai Konten yang menyesatkan.

Hoax lainnya, diunggah sebuah akun Facebook, dengan menyebutkan lima orang serumah di Probolinggo meninggal bersamaan setelah divaksin. Ternyata setelah dicek, orang-orang itu bukan meninggal karena divaksin dan bukan di Probolinggo.

Lima jenazah adalah warga dari dua desa di Kecamatan Paciran, Lamongan yang disalatkan bersama, karena meninggal dalam waktu dan lokasi yang berdekatan. Kelima orang tersebut meninggal dunia, murni karena sakit biasa dan faktor usia.(HS-08)

Share This

Pemerintah Siapkan Tambahan RS Darurat Covid-19 di Tujuh Kawasan Perkotaan

KJRI Frankfurt Terus Pantau Banjir di Negara Bagian Rheinland-Pfalz, Nordrhein-Westfalen dan Bayern