Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

“Kabar dari Bawah Jembatan” jadi Ajang Menghibur Penghuni Huntara Tambakrejo

Foto ilustrasi.

HALO SEMARANG – Komunitas seni Guyub TBRS bersama warga Tambakrejo Semarang menggelar panggung hiburan di hunian sementara (Huntara) di Kalimati Tambakrejo Semarang, Sabtu (5/10/2019).

Acara bertajuk “Kabar dari Bawah Jembatan” ini adalah salah satu bentuk silaturahmi antara warga Guyub TBRS, warga Tambakrejo, LBH Semarang, PATTIRO, dan beberapa kelompok/komunitas lain di Semarang. Beberapa seniman dan para relawan ikut tampil di acara ini. Di antaranya Mas Aris-Kalem, video art dari Tomi Setyawan, pembacaan puisi dari Kelana Siwi, Mbah Eko dan masih banyak lagi. Meski hanya menggunakan panggung sederhana dan kecil, para penampil terlihat cukup antusias menghibur masyarakat Tambakrejo yang sempat menjadi korban penggusuran Satpol PP Kota Semarang.

“Kami dan warga Tambakrejo memang sudah seperti saudara. Acara ini pun kami gagas untuk menghibur warga Tambakrejo yang secara psikologis masih harus saling beradaptasi untuk hidup bersama-sama di dalam hunian sementara,” tutur Aditia Armitrianto, selaku warga Guyub TBRS sekaligus penggagas acara.

Rahmadi, selaku ketua RT 05 Tambakrejo Semarang mengatakan, setelah kasus pembongkaran paksa hunian di Tambakrejo, saat ini terjalin silaturahmi antara warga Tambakrejo dengan para relawan. Selain itu, kondisi warga Tambakrejo semakin hari semakin guyub satu sama lain.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada semua relawan yang berasal dari berbagai komunitas. Dari teman-teman mahasiswa, LBH, warga Guyub TBRS, Bapak Eko—Serda Basarnas Kota Semarang, beserta relawan-relawan lain yang hadir maupun tidak pada malam ini. Momen ini mengingatkan kami pada saat puasa kemarin,” katanya.

Namun menurutnya, kondisi hunian sementara di Tambakrejo saat ini masih perlu pembenahan. Khususnya kondisi yang kurang adalah blok atau kapling Huntara. Untuk menampung 97 keluarga, sejauh ini baru 54 keluarga yang bisa tertampung di Huntara.

“Semoga setelah ini semua niat baik dan doa-doa baik terkabul,” harap Rahmadi.

Sementara itu, Nico, perwakilan dari LBH Semarang menegaskan, tujuan utama acara ini adalah sebagai persiapan untuk menyambut datangnya musim hujan.

“Musim hujan sebentar lagi datang. Kemarin saja area sekitar Huntara sudah mulai kebanjiran saat turun hujan. Jadi dengan acara ini, kami sekaligus berkumpul sambil mempersiapkan antisipasi banjir,” ungkap Nico.

“Kebetulan teman-teman arsitek yang juga jadi relawan akan ikut merancang tata ruang sekitar Huntara sebagai bebas dari banjir. Karena area Huntara adalah tanah urug yang rentan mengalami penyusutan saat air datang,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang