Kabar Baik, 60 Persen Objek Wisata di Jateng Telah Dibuka Kembali

Para narasumber dalam diskusi pariwisata di Semarang, Kamis (17/9/2020).

 

HALO SEMARANG – Sekitar 60 persen objek wisata yang tersebar di kabupaten/kota di Jawa Tengah, telah dibuka kembali pada masa new normal. Diharapkan, dengan dibukanya kembali wisata tersebut bakal mampu membangkitkan sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Sinoeng N Rachmadi menyatakan, hingga saat ini sekitar 60 persen atau 424 objek wisata di Jawa Tengah sudah mulai beroperasi.

Menurutnya, dari 690 obyek wisata di Jateng, sebanyak 424 sudah dibuka, sedangkan 56 lainnya sedang simulasi izin buka kembali.

“Objek wisata yang telah buka kembali itu tersebar di sejumlah daerah, dengan mewajibkan pengunjung mengenakan masker, menjaga jarak, dan pembatasan pengunjung,” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Mengembangkan Paradigma Pariwisata” di Semarang, Kamis (17/9/2012).

Untuk 56 objek wisata yang masih melakukan simulasi izin buka kembali, masih akan diawasi betul guna memastikan bahwa destinasi tersebut benar-benar aman dan tidak berpotensi penularan Covid-19.

“Oleh karena itu, tempat wisata yang akan buka kembali harus simulasi dulu, bahwa destinasi itu dianggap aman atau tidak. Setelah dirasa aman, bisa dipublish dengan kekuatan sosial media,” tuturnya.

Sinoeng N Rachmadi menambahkan, di masa new normal ini, pelaku usaha di sektor pariwisata harus mampu meyakinkan pengunjung untuk mengatasi krisis kecemasan.

”Para pelaku pariwisata (pengelola objek wisata) harus mampu menghilangkan kecemasan pengunjung, dengan memberi rasa percaya dan aman saat masyarakat berkunjung. Di antaranya, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Para pengelola tempat wisata harus bisa merespon dengan cepat situasi ini,” ujarnya.

Guna mendongkrak sektor pariwisata, Sinoeng menambahkan, diperlukan berbagai inovasi baru agar mampu menarik pengunjung. Dia mencontohkan wisata alam berada di ruang terbuka yang dikemas dengan berbagai inovasi, bakal mampu menarik pengunjung.

“Saat ini harus ada new style (gaya baru), yakni dengan wisata alam (open space). Sebab konsep wisata di alam terbuka lebih aman, ketimbang di tempat tertutup. Sedangkan strategi yang tepat membuat perencanaan di sektor pariwisata dengan cara lintas sektor. Untuk itu pariwisata bisa bangkit dengan kolaborasi dan sinergi,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong para pengelola pariwisata di Jawa Tengah untuk melakukan berbagai terobosan baru dengan melibatkan sejumlah stekholder terkait.

“Contoh terobosan itu adalah dengan membuka wisata lokal dengan harga terjangkau. Selain itu, perlu juga mengembangkan wisata edukasi yang melibatkan lintas sektor guna mengangkat wisata edukasi. Misalnya wisata petik kopi, reli wisata, dan lainnya,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichald dalam kesempatan sama meminta pemerintah agar fokus menangani sektor pariwisata agar bisa bangkit kembali.

Karena menurutnya, sektor pariwisata menyerap banyak tenaga kerja. Dan pada masa pandemi, sektor ini paling terpukul.

“Pemprov Jateng sudah mulai melakukan persiapan pada era kenormalan baru ini agar nantinya saat kondisi normal pariwisata sudah siap,” katanya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Eko Susenk HRM mengatakan, pengelola tempat wisata harus ketat menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung aman.

“Wisata tidak hanya sekadar piknik, tapi ada nilai edukasi dan kenyamanan agar wisatawan merasa senang,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.