Justru Anak Muda yang Paling Tidak Disiplin

Anggota polisi mengenakan helm modifikasi mirip virus corona dalam sosialisasi protokol kesehatan di Semarang.

 

KOTA SEMARANG termasuk salah satu kota besar di Indonesia yang tingkat penularan virus coronanya terbilang tinggi. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang gencar menerapkan operasi penegakan protokol kesehatan.

Tujuan operasi ini jelas, yakni mencegah penularan Covid-19. Salah satunya dengan razia masker. Namun, ternyata masih saja ada warga yang kedapatan melanggar.

Berdasarkan data yang dihimpun halosemarang.id, angka pelanggaran di Kota Semarang justru didominasi anak muda. Tercatat 85 persen anak muda yang terpergok tak pakai masker.

‘’Ironisnya, mereka ini masih remaja semua,’’ tutur Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Menurut dia, salah satu alasan mengapa anak muda tidak mengenakan masker karena mereka masih tak meyakini pandemi Covid-19.

Para remaja itu berargumen sampai saat ini saja obatnya belum ditemukan sehingga terkesan meremehkan.

Fajar menambahkan, selain tidak percaya, kaum muda banyak yang mengaku lupa. Mereka juga terkesan malas memakai masker saat bepergian.

‘’Ada juga yang beralasan tidak nyaman. Mereka bilang kalau pakai masker menimbulkan rasa gatal, pengap, dan mengganggu pernapasan,’’ ujar Fajar.

Sikap cuek kaum muda itu jelas tidak bagus. Pasalnya, merekalah yang semestinya bisa menjadi pelopor kedisiplinan. Memakai masker adalah salah satu protokol yang harus diikuti selama pandemi Covid-19.

‘’Saya sering lupa pakai masker ketika akan meninggalkan rumah. Namun, saya bersyukur orang tua saya selalu mengingatkan,’’ ungkap RM Putra, salah seorang pemuda yang tinggal di Semarang Tengah.

Satpol PP Kota Semarang terus bergerak melakukan inovasi tindakan sanksi agar kesadaran masyarakat menggunakan masker meningkat. Di antaranya dengan penerapan sanksi menyapu jalanan, hukuman fisik, dan menyapu kompleks makam.

‘’Kami mengimbau kepada seluruh warga terutama kaum muda agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Sebab, siapa pun berpotensi tertular Covid-19,’’ tegas Fajar yang juga pernah terpapar Covid-19 tapi sembuh berkat kepatuhannya menjalani protokol kesehatan.

Imbauan Satpol PP Kota Semarang ini memang tepat. Pemuda sebagai garda terdepan bangsa harus mampu menjadi teladan. Bukan malah sebaliknya.(EDI-HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.