Jumlah Testing Rendah, Ganjar Tegur Sejumlah Bupati/Wali Kota di Jateng

Foto ilustrasi: Warga menjalani swab test massal yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Semarang pada Selasa (2/6/2020).

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegur sejumlah Bupati/Wali Kota dengan tingkat testing kasus Covid-19 yang rendah. Bahkan, Ganjar meminta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng langsung terjun menangani hal itu.

Awalnya, Ganjar memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 di layar monitor saat memimpin rapat percepatan penanganan Covid-19 di Gradhika Bhakti Praja, Senin (28/9/2020).

Ketika menerangkan tentang tingkat pengambilan spesimen di sejumlah daerah di Jawa Tengah, dia melihat ada beberapa daerah yang masih rendah dan tidak memenuhi target.

Langsung saja, Ganjar meminta Bupati/Wali Kota yang juga mengikuti rapat melalui virtual untuk meningkatkan testing. Menurutnya, peningkatan testing penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Tolong testing ditingkatkan. Jangan khawatir dengan peningkatan kasus dan jangan khawatir soal citra. Kami akan bantu dari sini, jadi tolong ini bisa menjadi perhatian,” kata Ganjar.

Dalam paparan itu, terlihat beberapa daerah memang tergolong sangat rendah dalam upaya testing. Bahkan beberapa daerah tingkat pengambilan spesimennya masih di bawah 20 persen.

Di antaranya Wonogiri (7 persen), Banjarnegara (7 persen), Purbalingga (18 persen), dan Grobogan (17 persen).

Selain itu, ada juga beberapa daerah dengan tingkat tes kurang dari 50 persen, seperti Temanggung (46 persen), Wonosobo (27 persen), Purworejo (33 persen), Kabupaten Pekalongan (28 persen), Pemalang (21 persen), Brebes (29 persen), Kabupaten Semarang (33 persen), Pati (36 persen), Rembang (24 persen), Blora (25 persen), Kudus (32 persen), dan Sragen (27 persen).

Ditemui usai rapat, Ganjar mendorong daerah-daerah tersebut untuk meningkatkan testing. Bahkan, pihaknya meminta Kadinkes Provinsi Jateng langsung berkoordinasi dengan Kadinkes di beberapa Kabupaten/Kota yang masih rendah pengambilan spesimennya hingga minggu ke-39 itu.

“Saya minta laporan harian, biar kita tahu apa kesulitannya dan apa masalahnya,” imbuhnya.

Jika memang daerah memiliki kesulitan untuk memenuhi target testing, pihaknya akan memberikan bantuan secara penuh.

“Apakah nggak punya alat, nggak punya surveilans, atau apa masalahnya. Nanti kami bantu. Yang penting jangan sampai nggak punya semangat, tidak boleh kalau itu,” tegasnya.

Jawa Tengah memang sedang gencar menggenjot jumlah pemeriksaan spesimen dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Bahkan sampai saat ini, tren pemeriksaan spesimen di Jateng telah melampaui target.

Dari target yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak 4.991 perhari, Jateng mampu melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 6.000 perhari.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.