in

Jumlah Pasien Covid-19 Naik 100 Persen, Wisata Religi dan Alam di Pati Ditutup

Bupati Pati Haryanto dalam rapat secara virtual dengan jajarannya, membahas perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu, telah berimbas pada daerah lain, tak terkecuali Kabupaten Pati. Sebagian pasien Covid-19 dari Kudus pun dirawat di Pati.

Seperti dirilis Patikab.go.id, di RS KSH Pati yang menerima 42 pasien Covid-19, sebanyak 25 di antaranya adalah dari Kabupaten Kudus dan sisanya dari daerah lain.

Jumlah pasien Covid-19 di Pati juga ikut melonjak. Bupati Pati Haryanto menyebutkan pada awalnya di wilayahnya hanya ada 40 pasien, namun kemudian melonjak jadi 88 pasien.

Menurut Bupati, sejak awal pandemi, baru kali ini wilayahnya mengalami situasi semacam itu, dia langsung memerintahkan jajarannya untuk bergerak.

“Awalnya hanya sekitar 40 pasien. Namun sekarang meningkat menjadi 88 pasien. Itu berarti peningkatannya lebih dari 100%. Oleh karena itu, lebih baik kita melakukan tindakan pencegahan daripada menindaklanjuti,” imbuhnya.

Karena itu Haryanto meminta semua pihak, termasuk para camat, kades, puskesmas dan pihak terkait, untuk berupaya keras mencegah penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Hal ini agar jumlah pasien Covid-19 tidak terus bertambah.

Beberapa kebijakan pun diterapkan, di antaranya pengetatan atau penutupan sejumlah lokasi yang biasa menjadi pusat kerumunan. Di antaranya ialah lokasi wisata religi dan wisata alam.

“Jadi untuk wisata religi dan wisata alam, kita lakukan pengetatan bahkan sementara ditutup selama dua pekan ke depan, ada surat edarannya. Kemudian halalbihalal, bisa dilakukan secara virtual,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, Pemkab Pati tidak bermaksud menghalangi penyelenggaraan halalbihalal. Namun semua demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

“Begitu juga dengan warga yang akan menggelar acara pernikahan, saya tidak melarang, tapi harus dibatasi. Berdasarkan grafik, manakala terdapat aktivitas masyarakat yang tinggi diikuti pula peningkatan kasus Covid-19. Dan dari 21 kecamatan, Kecamatan Pati yang paling tinggi. Yang meninggal banyak, yang terkonfirmasi banyak, yang dirawat juga banyak,” kata dia. (HS-08)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Senin (31/5/2021)

Atap Puluhan Rumah Warga di Wilayah Semarang Rusak, Ini Penyebabnya