Jumaratun, Guru SD di Kendal Ini Rela Datangi Rumah Siswa untuk Berikan Materi Pembelajaran Tatap Muka

Kadisdik Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi dan Jumaratun, saat memberikan materi pembelajaran di SD N 01 Galih.

 

HALO KENDAL – Guru SD Negeri 01 Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, punya inovasi tersendiri untuk memberikan pendidikan kepada siswa–siswinya saat pandemi Covid-19.

Adalah Jumaratun (59) yang tinggal Desa Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, setiap hari Senin sampai Jumat mendatangi rumah para siswanya untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.

Atas tindakannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengapresiasi Guru SDN 01 Galih yang kerap dipanggil Bu Tun tersebut. Bu Tun dinilai masih memiliki semangat dan mau berjuang lebih untuk mengajar.

Menurutnya, Jumaratun merupakan sosok guru yang memiliki inovasi dalam mendidik siswa-siswinya dengan menyediakan alat belajar mengajar secara mandiri. Semua dilakukan agar siswanya tidak ketinggalan pelajaran di tengah pandemi Covid-19.

“Termasuk juga dengan inovasinya menyediakan bahan ajar serta mengunjungi rumah masing-masing siswa. Saya apresiasi,” jelas Wahyu saat memantau pembelajaran di SD N 01 Galih, Gemuh, Rabu (5/8/2020).

Secara pribadi, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Bu Tun, atas pengabdiannya yang begitu besar dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Mengingat saat ini Bu Tun pada tahun depan telah purna tugas atau pensiun.

Pada masa pandemi Covid-19, dunia pendidikan terdampak yang cukup besar, terutama dalam perubahan metode belajar yang terbilang berubah dengan metode daring.

Wahyu mengaku, pihaknya telah mendorong para pengajar untuk dapat mengembangkan inovasi dalam dunia pendidikan.

“Pandemi ini menjadi tantangan bagi kita yang berada di dunia pendidikan. Maka dari itu saya telah mendorong dan mengajak kepada seluruh pengajar untuk dapat memberikan inovasi dalam mengajar di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu Jumaratun mengaku, semua dilakukan agar siswanya tidak ketinggalan pelajaran di tengah pandemi Covid-19.

“Saya terapkan protokol kesehatan dengan mengatur jarak duduk, menggunakan masker dan pelindung wajah, serta selalu cuci tangan dan sabun,” ungkap Jumaratun.

Guru yang sudah mengabdi 39 tahun tersebut juga mengaku, melakukan kunjungan mengajar ini lantaran metode mengajar secara daring dinilai tidak berhasil pada semester sebelumnya. Sehingga berpengaruh pada nilai dan perkembangan siswanya.

Apa yang dilakukan Jumaratun, ternyata membuat para siswa merasa senang, karena bisa berinteraksi secara langsung, saat sang guru berkunjung dan mengajar di rumahnya.

“Kelas satu ada 15 anak, karena tiap kelompok maksimal 5 anak, maka dibagi menjadi empat kelompok. Tiap kunjungan hanya 30 menit dengan metode pembelajaran ceramah dan praktik, rutin setiap Senin sampai Jumat. Sabtunya kami hanya memberikan tugas,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.