Jumadi : Pelaku IKM Kota Tegal Harus Bangkit dan Manfaatkan Media Digital

Pembukaan Apik Banget Virtual Expo dan Penyerahan Bantuan Polis Asuransi Kepada Pelaku UMKM Kota Tegal di Pendapa Ki Gede Sebayu Kompleks Balai Kota Tegal. (Foto : tegalkota.go.id)

 

HALO TEGAL – Sebanyak 50 pelaku industri kecil menengah (IKM), mengikuti Apik Banget Virtual Expo dan Penyerahan Bantuan Polis Asuransi Kepada Pelaku UMKM Kota Tegal, Rabu (2/12) hingga Kamis (3/12), secara virtual. Kegiatan tersebut dibuka di Pendapa Ki Gede Sebayu Kompleks Balai Kota Tegal, kemarin.

Expo secara virtual diharapkan menjadi pembangkit para pelaku IKM. Ditengah pandemi covid-19, pelaku IKM harus berkreasi dan memasarkan produk IKM secara digital. Demikian disampaikan Wakil Walikota Tegal M Jumadi secara virtual memberikan sambutan pada acara tersebut.

Jumadi mensupport pelaku IKM Tegal untuk bangkit bersama. Menurutnya, saat ini tidak ada cara lain selain bersinergi dan melangkah bersama-sama untuk memajukan IKM.

“Semua pelaku IKM harus maju bersama jangan saling menjatuhkan” tegas Jumadi

Namun sebagai masyarakat yang baik juga turut mematuhi Protokol Kesehatan dan mensosialisaikan bersama. Sebab tidak ada upaya terbaik selain mematuhi prokes dalam mencegah covid-19.

Sementara Kepala Disnakerin, Heru SIP dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan mengacu UU No 3 Tahun 2014 tentang perindustrian. Pada expo di musim pandemi covid-19 ini lebih mengedepankan program E-Smart IKM atau IKM Go Digital yakni membangun jaringan pemasaran melalui kerja sama pasar modern baik melalui jalur konvensional maupun secara online.

Menurut Heru, expo secara virtual dimaksudkan untuk mendorong para pelaku UKM mengenalkan produk unggulan dengan media digital. Sekaligus membangun kolaborasi dan sinergi antar pelaju IKM untuk maju dan sukses bersama.

Pada expo ini juga diberikan bantuan untuk 50 IKM oleh Jasindo dan juga dari Askrindo berupa bantuan asuransi, warungku, kiosku, gerobakku.

“Jadi ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti warung kebakaran atau sejenisnya, para pelaku IKM mendapatkan bantuan asurani” jelas Heru

Kepala Dinkop dan UKM Propinsi Jateng Ema Rahmawati mewakili Gubernur Jateng mengatakan pandemi covid-19 berdampak pada semua lini. Termasuk para IKM, sebanyak 70% usaha terkena dampak dan kebanyakan usaha kuliner atau makanan dan minuman.

Namun dampak ini dapat diantisipasi dengan memasarkan produk secara online atau digital. Termasuk anjuran bagi setiap pemerintah daerah sebisa mungkin untuk belanja barang dan jasa melibatkan usaha-usaha masyarakat.

Ema menambahkan para pelaku IKM harus bisa menjadi enterpreuner di era digital. Bagi yang belum terbiasa menggunakan sistem digital, diharapkan bisa saling sharing dengan pelaku IKM lainnya ataupun dari dinas untuk mendampinginya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.