in

Jual Tas Mewah Abal-abal, Warga Bintaro Ditangkap Polda Kepri

Ilustrasi : Tribratanews.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Dirreskrimsus Polda Kepri menangkap Alisya Febryanti Purnama (28), warga Bintaro karena diduga menjual barang mewah abal-abal, kepada Monica, seorang warga Batam.

Kasubdit V Cyber Dirreskrimsus Polda Kepri, AKBP Iwan Ariandy, mengemukakan kasus itu bermula ketika korban tertarik oleh tawaran pelaku, yang menjual sejumlah barang mewah, seperti tas bermerek dan jam tangan, melalui platform Instagram dengan akun @britaniaautehtic.

Korban pun memesan barang-barang seperti jam tangan merek Rolex, tas LV, dua buah tas Chanel.

Untuk keperluan itu, korban telah mengeluarkan uang sebesar Rp 102 juta. Korban percaya pada pelaku, karena sebelumnya memesan jam Dior dan yang datang adalah barang asli.

Tetapi untuk pesanan kedua ini, korban benar-benar menelan kenyataan pahit, karena saat pesanan tiba, yang datang adalah barang bekas dan palsu.

“Korban memesan tas bermerek seperti jam tangan merek Rolex, tas LV, dua buah tas Chanel. Korban percaya kepada pelaku karena sebelumnya membeli jam Dior yang datang adalah barang asli,” kata dia, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Atas kasus penipuan tersebut, korban yang mengalami kerugian material Rp 102 juta, kemudian melapor ke polisi. Dari hasil penyelidikan, Polisi kemudian menangkap Alisya Febryanti Purnama (28), warga Bintaro, Tanggerang Selatan, Banten, yang diduga menjadi penjual barang-barang tersebut.

Saat ini penyidikan kasus penipuan tersebut sudah lengkap dan siap diajukan ke Kejaksaan. Barang bukti berupa tas yang dipesan korban tersebut, juga sudah di cek keabsahannya kepada produsen merek-merek tersebut.

Kasubdit V Cyber Dirreskrimsus Polda Kepri menyebutkan, dari keterangan pelaku baru sekali melakukan penipuan.

“Berkas perkara nya sudah P21 untuk diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Batam. Barangnya, dari keterangan pihak Chanel, adalah palsu. Uang hasil penipuan dipakai untuk gaya hidup seperti beli dompet prada, Celina, Burberry dan iPhone 12 serta untuk jalan jalan ke Malang dan Yogyakarta,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku diduga melanggar Pasal 45 A Ayat1 junto Pasal 28 Ayat 1 dan atau Pasal 51 Ayat 2 Junto pasal 36 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 378 KUHP. (HS-08)

Share This

Tempat Wisata Di Kendal Mulai Buka, Pantai Indah Kemangi Siapkan Tiket Online

Jalin Silaturahmi, Polres Temanggung dan Instansi Terkait Latihan Menembak Bersama