in

Jika Trans Jateng Beroperasi dengan Rute Kawasan Industri, Awak Angkot Ancam Demo

Bus BRT dan angkutan kota yang ngetem di Terminal Mangkang, Kamis (15/8/2019).

 

HALO SEMARANG – Dengan adanya rencana Trans Jateng akan beroperasi melayani rute dari wilayah Kendal hingga Kawasan Industri Wijayakusuma, Mangkang membuat sejumlah awak angkutan kota (angkot) terutama jalur Mangkang-Johar, seperti C 9 (Terminal Mangkang-Pasar Johar), R 6 (Mangkang-Krapyak) dan R4 (Mangkang-Bringin) mengancam akan melakukan demonstrasi. Pasalnya dengan adanya operasional Trans Jateng tersebut akan berdampak pada penurunan jumlah penumpang yang diperoleh angkutan kota.

Menurut awak angkot C9, Sabar pihaknya menolak rencana masuknya Trans Jateng hingga kawasan industri tersebut. Karena selama ini, mereka telah melayani rute dari Terminal Mangkang ke kawasan induatri. Seperti kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Tambak Aji, dan Jerakah, serta Krapyak.

“Rute kami terakhir di Pasar Johar. Jika Trans Jateng beroperasi tentu akan berdampak pada pendapatan kami,” ujarnya, Kamis (15/8/2019).

Awak atau sopir angkot siap turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Termasuk ikut instruksi yang telah menjadi keputusan dari paguyuban.

“Karena situasinya sekarang sudah sulit. Saat ini saja sudah terjadi penurunan penumpang karena ada transportasi online, dan imbas dari BRT Trans Semarang,” ujarnya.

Jika memang pemerintah ingin melayani rute dari wilayah Kendal atau Weleri, sebenarnya sudah ada bus lain yang melayani rute tersebut.

“Kalau jadi pun, harapannya semua penumpang harus turun di sini (Terminal Mangkang-red), sehingga awak angkot juga ikut merasakan,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfrimasi, Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti mengatakan, pihaknya sama sekali tidak pernah diajak rembugan dalam penyusunan rute Trans Jateng koridor III.

“Padahal secara rute harusnya bisa dibuat saling terkait karena Trans Semarang sudah terhubung dengan semua simpul di perbatasan Kota Semarang dengan kabupaten sekitar,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Ade, Organda Kota Semarang juga belum diajak diskusi terkait hal ini.
Ade menjelaskan, seharusnya simpul-simpul disambungkan ke wilayah kabupaten sekitar supaya cakupan pelayanan transportasi umum sampai ke wilayah yang lebih luas.

“Jadi lebih banyak masyarakat Jawa Tengah yang menikmati layanan yang disediakan Pemprov Jateng ini,” ujarnya.

Jika tujuan pengoperasian Trans Jateng Koridor III untuk melayani buruh dari Kendal ke Kawasan Industri Wijaya Kusuma, padahal Trans Semarang sudah melayani rute dari Terminal Mangkang sampai dengan Gerbang masuk Kawasan Industri Wijaya Kusuma.
Kolaborasi, kata Ade, bisa dilakukan dengan pengintegrasian tarif di rute tersebut.

Penumpang dari Kendal bisa naik Trans Jateng kemudian turun di Terminal Mangkang untuk berpindah ke Trans Semarang kemudian dilanjutkan ke arah Kawasan Industri Wijaya Kusuma.(HS)

Cegah Penyimpangan, Pemilihan Direksi BUMN Perlu Lebih Selektif

27 Anggota Paskibra Kota Semarang Dikukuhkan