Jika Masih Ada Pelanggaran Penggunaan Masker, Kasatpol Kendal Ancam Tahan KTP Selama 3 Bulan

Pendataan para pelanggar aturan penggunaan masker oleh petugas Satpol PP Kabupaten Kendal.

 

HALO KENDAL – Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 51 Tahun 2020 tentang kewajiban menggunakan masker dan menjaga jarak (physical distancing) telah diterapkan sejak awal bulan Juli 2020. Dalam peraturan tersebut terdapat sanksi sosial yang diterapkan bagi warga yang kedapatan melanggar.

Namun aturan tersebut sepertinya kurang dipatuhi sebagian warga. Hal ini terlihat dari setiap kali petugas gabungan melakukan razia, selalu terjaring puluhan hingga ratusan warga yang tidak mengenakan masker.

Seperti razia masker di Pasar Gladak dan Pasar Pagi Kaliwungu, Rabu (15/7/2020), sedikitnya 100 lebih warga terjaring dalam razia tersebut.

Mereka diamankan kemudian diangkut truk Satpol PP menuju Alun-alun Kaliwungu untuk didata dan diberikan sanksi sosial berupa membersihkan lingkungan.

Kepala Satpol PP dan Damkar (Satpolkar) Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, banyaknya masyarakat yang masih belum mematuhi aturan, memaksa petugas mencari lokasi yang akan dibersihkan. Karena tidak mungkin dilakukan di sekitar pasar saja.

“Sesuai data kami, jumlah total warga yang terkena razia sejak razia masker dilakukan 1 Juli lalu, tercatat mencapai 400 lebih. Kali ini razia yang ke-8, yaitu di Pasar Gladak mendapatkan 65 orang dan Pasar Pagi Kaliwungu 35 orang,” katanya, Rabu (15/7/2020).

Toni mengungkapkan, pasar tradisional menjadi sasaran razia masker, karena beberapa pasar tradisional merupakan klaster penyebaran virus corona, sehingga harus benar-benar dilakukan pengawasan.

Menurutnya, ada empat pasar tradisional yang menjadi klaster penyebaran virus corona hingga dilakukan penutupan selama tiga hari, yaitu Pasar Gladal, Pasar Pagi Kaliwungu, Pasar Kangkung dan Pasar Srogo Brangsong.

“Pasar tradisional merupakan sasaran utama razia masker, karena sudah ada empat pasar tradisional yang menjadi klaster penyebaran virus corona, namun tempat-tempat keramaian lainnya juga akan dilakukan razia,” jelasnya.

Melihat masih banyaknya warga yang kurang mengindahkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker, pihaknya akan menyampaikan laporan kepada Bupati Kendal agar sanksi sosial yang diberikan lebih ditingkatkan.

“Setelah dilakukan evaluasi dari beberapa kali razia, sepertinya ke depan harus ditingkatkan sanksinya. Di samping membersihkan lingkungan, para pelanggar juga akan ditahan KTP-nya selama tiga bulan. Hal ini supaya warga benar-benar jera dan selalu mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.