Jika Covid-19 Terus Meningkat, Pemkab Kendal Tak Segan Tutup Kegiatan Ponpes

Foto ilustrasi Covid-19.

 

HALO KENDAL – Penyebaran virus corona di Kabupaten Kendal kini tak hanya terjadi di lingkungan keluarga maupun perkantoran saja. Namun, Covid-19 juga sudah merambah di lingkungan pondok pesantren (Ponpes).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, Satgas Covid-19 Kendal mencatat 92 santri dari 3 pondok pesantren terkonfirmasi positif corona.

“Ketiga ponpes tersebut meliputi, Ponpes Darul Arqom Patean, Pondok Modern Selamat (PMS) Kendal, dan Pondok Pesantren Roudlotul Ursyl Qur’an di Kertosari, Singorojo,” kata Feri, Sabtu (3/10/2020).

Dia merinci, kasus terbaru di Ponpes Roudlotul Ursyl Qur’an sebanyak 34 orang, 44 kasus ponpes Darul Arqom, sedangkan 14 kasus di PMS.

“Kasus di dua pesantren antisipasinya dengan isolasi mandiri santri-santrinya yang positif. Sedangkan 14 santri positif corona di Pondok Modern Selamat diisolasi di RSDC. Tiga di antaranya sembuh,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau agar pengasuh pondok pesantren tidak memulangkan santri yang terpapar Covid-19, hingga santri tersebut dinyatakan sembuh.

Feri juga berharap agar pengelola ponpes lebih mengetatkan protokol kesehatan, meski kegiatan belajar mengajar agama tidak diberhentikan.

“Santri-santri yang positif Covid-19 kami minta jangan dipulangkan. Lakukan isolasi mandiri di pesantren. Kalau dipulangkan nanti bisa menular ke keluarga atau orang-orang yang ada di lingkungannya,” jelasnya.

Ferinando juga mengungkapkan, selain klaster pesantren, klaster penyebaran Covid-19 juga terjadi di perkantoran Pemerintah Kabupaten Kendal.

Data terbaru, selain Polres Kendal, juga di Kantor Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Pertanian dan Pangan, serta kantor Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal.

“Masing-masing 15 kasus di Polres Kendal, 3 kasus di Dinas Perdagangan, 3 kasus di Dinas Pertanian dan Pangan, dan 3 kasus di Dinas DP2KBP2PA,” jelas Feri secara rinci.

Dijelaskan, dengan lonjakan kasus yang ada, Dinkes mencatat 1.026 orang di Kendal terpapar Covid-19. Rinciannya, 271 orang menjalani isolasi mandiri, 45 orang menjalani perawatan, 50 pasien meninggal, dan sisanya sembuh.

Dengan jumlah tersebut, lanjut Feri, kini Kabupaten Kendal menduduki peringkat 5 se-Jawa Tengah dengan jumlah banyaknya kasus Covid-19.

“Sekarang sudah tembus seribu kasus lebih. Saat ini Kendal masih zona merah meski ketika dirinci hanya Kecamatan Kota Kendal yang terdapat kasus terbanyak,” ujarnya.

“Kami coba maksimalkan pencegahan dengan melibatkan tim Satgas gencar melakukan razia masker dan pelanggar protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kendal tak segan-segan memberhentikan kegiatan para santri pondok pesantren jika kasus Covid-19 klaster pondok terus meningkat.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Moh Toha. Menurutnya, santri yang terpapar Covid-19 hingga kini mangalami pertumbuhan.

“Sebelumnya santri yang terkonfirmasi corona hanya terjadi di dua pondok pesantren di Patean dan Patebon, kini melebar di pondok pesantren di Singorojo,” kata Toha.

Bahkan kasus terbaru di ponpes Singorojo berjumlah 30 lebih secara bersamaan. Kasus tersebut dimungkinkan akan bertambah setelah Dinas Kesehatan melakukan tes swab kepada seluruh santri maupun pengurusnya.

“Sekarang ada 3 pondok pesantren yang ditemukan santri terpapar Covid-19. Klasternya menyebar, dan kita sudah datangi semua untuk memberikan edukasi,” terangnya.

Moh Toha meminta agar pengelola maupun pengasuh ponpes tidak memulangkan santri yang terpapar ke daerah masing-masing. Ia berharap santri-santri yang dinyatakan positif Covid-19 harus menjalani isolasi dan perawatan hingga sembuh.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.